JATIMNET.COM, Surabaya – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Saiful Rochman menargetkan adanya peningkatan kualitas hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer 2019 mendatang.

Setidaknya, jumlah siswa yang memiliki Nilai Ujian Nasional (NUN) di bawah 55 bisa ditekan maksimal hingga 40 persen dari total peserta.

Selama dua tahun terakhir, NUN di Jatim jeblok dan masuk sebagai kategori “kurang", yang menurut Prosedur Operasional Standar (POS) UN, setara dengan nilai di bawah 55.

Prosentasenya cukup mencengangkan yaitu 85 persen  untuk jenjang SMA/SMK. “Memang dua tahun berturut-turut nilai UN di bawah 55 sebanyak 85 persen siswa. Ini yang akan coba kami turunkan,” kata Saiful, Kamis 13 Desember 2018.

BACA JUGA: Jadwal UNBK Berubah, Dinas Pendidikan Jatim Belum Terima Pemberitahuan

POS UN menyebutkan empat kategori nilai, sangat baik (>85-100), kategori baik (>70-85), kategori cukup (>55-70) dan kategori kurang bila nilainya di bawah 55.

Dia menargetkan jumlah siswa yang mendapat nilai di bawah 55 hanya 40 persen dari total peserta. Caranya dengan mengintensifkan pembelajaran siswa baik melalui latihan maupun try out.

“Target saya turun 50 persen atau ya maksimum 40 persen,” katanya. Dia membantah jika jebloknya NUN SMA/SMK di Jatim lantaran tidak lagi jadi acuan kelulusan siswa. Melainkan kelulusan yang tahun sebelumnya merupakan akumulatif dari NUN ditambah dengan nilai ulangan di sekolah dan penilaian lain.

Untuk tahun ini, NUN murni tanpa ada tambahan nilai dari sekolah. Lebih lanjut, dia mengingatkan siswa harus tetap serius mengerjakan Ujian Nasional meski tidak jadi satu-satunya indikator kelulusan. “Nilai UN tetap penting karena digunakan untuk mendaftar di perguruan tinggi atau melamar pekerjaan. Jadi jangan disepelekan,” ujarnya.

BACA JUGA: Hindari Benturan Pileg dan Pilpres, Sekolah Siapkan Percepatan UNBK

Adapun soal jadwal, Saiful membenarkan jika Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP) sudah meluncurkan POS UNBK. Ujian akan dimulai di bulan Maret 2019.

Untuk jenjang SMK, UNBK akan dilaksanakan 25-28 Maret 2019 dengan mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan.

Adapun untuk jenjang SMA, akan dimulai pada 1, 2, 4 dan 8 April 2019. Mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan satu mata pelajaran jurusan yang diujikan.