Logo

Dua Rombel Tak Terpenuhi, Sekolah Rakyat Tuban Bakal Terima Murid Titipan dari Bojonegoro

Reporter:,Editor:

Selasa, 14 July 2026 06:47 UTC

Dua Rombel Tak Terpenuhi, Sekolah Rakyat Tuban Bakal Terima Murid Titipan dari Bojonegoro

Kendaraan berat pengangkut material masuk ke areal proyek pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 18 Tuban di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban yang hingga kini masih berlangsung, Selasa, 14 Juli 2026. Foto: Dok. Zidni Ilman

JATIMNET.COM, Tuban – Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban masih kekurangan peserta didik pada jenjang sekolah dasar (SD) menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027. Hingga kini, jumlah pendaftar SD baru mencapai 16 siswa sehingga baru mampu mengisi satu dari tiga rombongan belajar (rombel) yang disiapkan.

Untuk mengoptimalkan kapasitas belajar, SR Terintegrasi 18 Tuban akan menerima dua rombel siswa jenjang SMA asal Kabupaten Bojonegoro. Kebijakan tersebut diambil karena Kabupaten Bojonegoro hingga kini belum memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat.

Pada awalnya, SR Terintegrasi 18 Tuban merencanakan membuka tiga rombel pada setiap jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Namun, jumlah pendaftar jenjang SD belum memenuhi target sehingga hanya satu rombel yang dapat terisi.

Kondisi tersebut tidak diikuti dengan penambahan rombel SMP maupun SMA bagi peserta didik asal Tuban. Sebagai gantinya, dua rombel SMA akan diisi oleh siswa asal Kabupaten Bojonegoro yang sementara waktu mengikuti kegiatan belajar di Tuban.

Kepala SR Terintegrasi 18 Tuban, Vera Khairun Nissa, mengatakan dua rombel siswa dari Bojonegoro tersebut akan diisi sebanyak 60 peserta didik jenjang SMA.

"Sesuai SK penetapan Bupati. Akan ada titipan siswa dari Bojonegoro dua rombel," ujarnya, saat dikonfirmasi Jatimnet.com, Selasa, 14 Juli 2026.

BACA: Pembangunan Sekolah Rakyat di Tuban Dianggarkan Lebih dari Rp50 Miliar 

Vera menjelaskan, jumlah peserta didik asal Tuban yang telah ditetapkan terdiri atas satu rombel SD dengan 16 siswa, serta masing-masing tiga rombel untuk jenjang SMP dan SMA dengan total 90 siswa.

"Untuk Tuban, SD satu rombel, SMP dan SMA tiga rombel," imbuhnya.

Meski demikian, pelaksanaan tahun ajaran baru di SR Terintegrasi 18 Tuban belum dapat dimulai sesuai jadwal. Penyebabnya, pembangunan gedung permanen sekolah di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, masih berlangsung.

Akibatnya, kegiatan belajar mengajar yang semula dijadwalkan dimulai pada 13 Juli 2026 diundur hingga akhir Juli 2026. Kontraktor menargetkan pembangunan gedung tersebut rampung pada 25 Juli 2026.

"Target selesai tanggal 25 Juli nanti," katanya.

BACA: Dampak Proyek SR Tuban: Dari Kerusakan Rumah Hingga Hilangnya Nyawa 

Menurut Vera, penundaan tersebut dilakukan agar peserta didik dapat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dalam suasana yang aman, nyaman, dan ramah.

"Karena dalam kegiatan MPLS siswa butuh lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah," pungkasnya.