Senin, 13 July 2026 07:00 UTC

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai. Foto: Januar
JATIMNET.COM, Surabaya – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) mencatat adanya kursi kosong di sejumlah SMA negeri pada hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin, 13 Juli 2026.
Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan bahwa kondisi ini akibat terbatasnya jumlah murid yang akan meneruskan pendidikan ke jenjang SMA di beberapa daerah.
“Karena itu, kapasitas sekolah nantinya akan disesuaikan dengan jumlah peserta didik yang ada," katanya.
Aries menilai, fenomena bangku kosong ini disebabkan distribusi lulusan SMP yang tidak merata di setiap kabupaten/kota se-Jatim.
"Di beberapa wilayah, jumlah lulusan relatif sedikit sehingga kuota yang disediakan sekolah tidak dapat terisi seluruhnya," jelasnya.
Berdasarkan data Dindik Jatim, jumlah lulusan SMP pada tahun ini mencapai sekitar 613 ribu siswa. Adapun daya tampung SMA negeri sebanyak sekitar 299 ribu siswa. Maka, sisanya harus melanjutkan pendidikan ke SMA swasta, SMK, MA, maupun pendidikan lainnya.
"Masih ada sebagian besar lulusan yang tidak tertampung di sekolah negeri dan melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta maupun jalur pendidikan lainnya," ujarnya.
Dindik Jatim belum menyimpulkan adanya penurunan jumlah penduduk usia sekolah secara signifikan. Pemerintah akan terus memantau tren jumlah peserta didik sebagai dasar evaluasi kapasitas sekolah pada tahun-tahun berikutnya.
"Kami akan melihat tren perkembangannya pada tahun berikutnya. Yang jelas, penyesuaian daya tampung akan dilakukan berdasarkan kondisi riil jumlah peserta didik di masing-masing daerah," kata Aries.
