Logo

Pemkab Mojokerto Titipkan 30 Siswa ke Sekolah Rakyat Kota Kediri

Gedung permanen di Mojokerto masih tahap persiapan pembangunan
Reporter:,Editor:

Senin, 13 July 2026 02:00 UTC

Pemkab Mojokerto Titipkan 30 Siswa ke Sekolah Rakyat Kota Kediri

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa memberikan pembekalan kepada 38 calon siswa Sekolah Rakyat yang akan diberangkatkan ke Kota Kediri. Foto: Wanto

JATIMNET.COM, Mojokerto – Sebanyak 38 calon peserta didik asal Kabupaten Mojokerto mulai menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Kediri pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Mereka harus belajar di luar daerah untuk sementara waktu karena gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto masih dalam tahap persiapan pembangunan.

Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mengatakan Kabupaten Mojokerto menjadi salah satu daerah pelaksana program rintisan Sekolah Rakyat. Namun, karena sekolah permanen belum tersedia, para siswa untuk sementara dititipkan di Kota Kediri.

"Hari ini kami memberangkatkan peserta didik baru Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027. Mereka sementara belajar di Kota Kediri karena pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto masih dalam proses usulan," kata Gus Barra, sapaan akrab Muhammad Al Barra.

Menurutnya, para siswa akan dipindahkan kembali ke Kabupaten Mojokerto setelah gedung Sekolah Rakyat selesai dibangun dan dinyatakan siap digunakan oleh pemerintah pusat.

Dari 42 calon peserta didik yang diajukan, hanya 38 anak yang lolos setelah melalui proses verifikasi. Mereka merupakan siswa baru kelas VII, sedangkan peserta didik yang telah mengikuti program sebelumnya kini melanjutkan pendidikan di kelas VIII.

Gus Barra menjelaskan pembangunan Sekolah Rakyat permanen sepenuhnya dibiayai pemerintah pusat. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto bertugas menyiapkan lahan, perizinan, dan seluruh proses administrasi.

"Lahan seluas 7,5 hektare sudah kami siapkan. Setelah seluruh persyaratan dinyatakan lengkap, pembangunan bisa segera dilaksanakan," ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto Try Raharjo Murdianto mengatakan kuota peserta didik diperoleh berdasarkan penetapan Kementerian Sosial. Seleksi dilakukan melalui aplikasi Kemensos dengan sasaran utama anak-anak dari keluarga miskin kategori desil 1 dan desil 2.

Meski demikian, terdapat tiga peserta didik dari keluarga kategori desil 3 yang akhirnya dinyatakan lolos setelah melalui verifikasi lapangan bersama Dinas Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS).

"Secara data mereka masuk desil 3, tetapi setelah diverifikasi kondisi ekonominya memang sangat memprihatinkan sehingga dinilai layak mengikuti program Sekolah Rakyat," jelas Try.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga memfasilitasi keberangkatan para siswa beserta keluarganya ke Kota Kediri menggunakan bus.

Menurut Try, fasilitas itu diberikan agar proses awal para peserta didik menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat dapat berlangsung dengan lancar hingga nantinya mereka kembali belajar di Kabupaten Mojokerto setelah sekolah permanen selesai dibangun. (adv/inforial)