Senin, 13 July 2026 08:29 UTC

Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin saat bertemu para siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo dalam rangka pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin, 13 Juli 2026. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Sebanyak 30 siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo resmi memulai Tahun Ajaran 2026/2027 melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan pembukaan berlangsung di Aula SRT 7 dan dihadiri para orang tua siswa.
Wali Kota Probolinggo, dr Aminuddin, membuka secara langsung kegiatan MPLS tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang layak dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurut Aminuddin, pendidikan merupakan instrumen utama untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas. Karena itu, pemerintah terus berupaya memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar yang setara.
"Melalui pendidikan yang layak dan berkualitas, kita berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, mandiri, serta mampu meraih masa depan yang lebih baik," ujar Aminuddin.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Probolinggo berkomitmen melanjutkan Program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat.
Aminuddin mengungkapkan, pelaksanaan program sempat menghadapi kendala keterbatasan infrastruktur. Namun, kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung setelah renovasi bangunan memperoleh persetujuan dari Kementerian Sosial.
"Yang terpenting, proses belajar anak-anak tidak boleh terhenti. Sambil menyiapkan pembangunan sekolah permanen, kami memastikan seluruh kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan baik," tegasnya.
Lebih lanjut, Aminuddin menjelaskan bahwa konsep Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada proses belajar di dalam kelas. Program tersebut juga dirancang untuk membangun ekosistem pendidikan yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah dalam mendukung perkembangan peserta didik.
Selain memberikan layanan pendidikan kepada siswa, pemerintah turut menghadirkan pelatihan keterampilan dan program pemberdayaan ekonomi bagi para orang tua. Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan anak.
"Sekolah Rakyat bukan hanya membangun anak-anaknya, tetapi juga menguatkan keluarganya. Ketika pendidikan dan kesejahteraan berjalan bersama, maka peluang memutus rantai kemiskinan akan semakin besar," tambahnya.
Aminuddin juga mengapresiasi berbagai capaian yang berhasil diraih SRT 7 sejak mulai beroperasi pada 2025. Menurutnya, prestasi tersebut membuktikan bahwa kesempatan belajar yang setara mampu melahirkan peserta didik berprestasi apabila didukung sistem pendidikan yang baik.
Ia turut mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik selama pelaksanaan MPLS maupun kegiatan belajar mengajar selanjutnya.
"Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi setiap anak. Karena itu, kami berkoordinasi dengan seluruh pihak agar tidak ada bullying maupun kekerasan selama MPLS maupun dalam proses pembelajaran ke depan," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SRT 7 Kota Probolinggo, Susilowati, menyampaikan bahwa sekolah menerima 30 peserta didik baru yang terdiri atas 15 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan.
Menurutnya, seluruh fasilitas penunjang telah dipersiapkan sehingga para siswa siap mengikuti kegiatan belajar mengajar. Penataan ruang kelas, asrama putra dan putri, serta sarana pendukung lainnya telah rampung sebelum tahun ajaran baru dimulai.
"Kami telah menyiapkan satu ruang belajar dengan kapasitas 30 siswa serta asrama putra dan putri yang telah ditata sesuai kebutuhan. Dengan kesiapan tersebut, seluruh peserta didik baru layak mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Terintegrasi 7," jelas Susilowati.
Ia menambahkan, rangkaian MPLS dijadwalkan berlangsung hingga 31 Juli 2026. Setelah itu, seluruh siswa akan mengikuti program matrikulasi selama Agustus sebagai tahap persiapan sebelum memasuki proses pembelajaran secara penuh.
