Ditolak Mahasiswa, UIN Surabaya Tetap Gelari Doktor untuk Soekarwo

Baehaqi Almutoif

Rabu, 27 Maret 2019 - 15:37

JATIMNET.COM, Surabaya – Meski diwarnai penolakan dari sekelompok mahasiswa, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya tetap menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa pada mantan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

“Ini adalah satu proses yang lumayan panjang, tapi akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Masdar Hilmy saat pidato pengukuhan, Rabu 27 Maret 2019.

Pakde Karwo, begitu sapaan Soekarwo, menerima gelar Doktor Honoris Causa di bidang ilmu pendidikan Islam.

BACA JUGA: Mutu Kampus UNUSA Terbaik Di Antara PTNU se-Indonesia

Menurut Hilmy, ada empat aspek temuan akademik yang mendasari penganugerahan itu. Pertama, Soekarwo dianggap memiliki gagasan luar biasa dalam mengambil keputusan berisiko melalui diskresi kebijakan. Pakde menerobos peraturan tapi tetap mendasarkan pada argumentasi yang kuat.

"Kedua, inside goverment (penggunaan informatika untuk pelayanan). Itu sangat otentik pemikiran Pakde Karwo," kata Hilmy.

Aspek ketiga, ia melanjutkan, spiritual capital. Gagasan ini menggabungkan konsep pesantren dan negara, serta dianggap memiliki perbedaan subtantif di kalangan para ilmuwan. “Lalu terakhir pendidikan vokasi," katanya.

Ia mengatakan seluruh pertimbangan telah dinilai melalui proses panjang. Bahkan usulan penganugerahan muncul sebelum ia menjabat Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.

TOLAK DOKTOR. Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi berdemonstrasi menolak pemberian gelar Doktor Honoris Causa pada Soekarwo, Selasa 26 Maret 2019. Mereka menilai akademisi telah terjebak politik pragamatis. Foto: IST.

TOLAK DOKTOR. Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi berdemonstrasi menolak pemberian gelar Doktor Honoris Causa pada Soekarwo, Selasa 26 Maret 2019. Mereka menilai akademisi telah terjebak politik pragamatis. Foto: IST.

Sekelompok mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi berdemonstrasi menolak pemberian gelar Doktor Honoris Causa pada Soekarwo, Selasa 26 Maret 2019.

BACA JUGA: Kampus Berpolitik Praktis Bakal Disanksi

Ada tiga aspirasi yang disampaikan mahasiswa dalam demonstrasi itu. Pertama mempertanyakan kontribusi Soekarwo di bidang pendidikan agama Islam; lalu mendesak kampus transparan menjelaskan proses pemberiaan gelar; serta terakhir, anggapan Program Bantuan Operasional Daerah Madrasah Ibtidaiyah yang biasa-biasa saja.

Menurut dia, selama dua periode menjabat Gubernur Jawa Timur, Soekarwo memang menginisiasi program bantuan itu. Tapi, bagi mahasiswa Aliansi, program itu sebenarnya tak terlalu istimewa.

“Bantuan tersebut sebenarnya tidak istimewa, sama dengan bantuan yang ada di daerah-daerah lainnya," kata Koordinator aksi Eri Mahmudi.

Baca Juga

loading...