Dispenda Jatim Bidik Pembayaran Pajak Kendaraan Lewat Market Place

Baehaqi Almutoif

Jumat, 3 Mei 2019 - 10:17

JATIMNET.COM, Surabaya - Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Jawa Timur akan menambah daftar kerja sama dengan market place atau toko dalam jaringan untuk memudahkan wajib pajak membayar pajak. Sebelumnya, Dispenda telah menjalin kerja sama dengan Indomaret.

"Ya tentunya kami akan tetap memberikan ruang kepada publik agar semakin luas lagi mengakses. Kami akan merencanakan setelah itu masuk kepada market place," ujar Kepala Dispenda Jawa Timur Boedi Prijo Soeprajitno, Kamis 2 Mei 2019.

Budi mengatakan inovasi pelayanan ini diperlukan untuk memberi kemudahan kepada wajib pajak. Ia mengatakan masyarakat yang selama ini telah patuh membayar pajak harus semakin mendapat kemudahan.

BACA JUGA: Bayar Pajak Kendaraan di Indomaret, Warga Anggap Masih Ribet

"Konsepnya kan take and give. Jadi kami harus lebih bersahabat terhadap wajib pajak. Maka kami harus semakin memberikan sesuatu kepada mereka," tuturnya.

Kemudahan pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan yang diberlakukan Pemprov Jawa Timur sebenarnya bukan dimulai dari Indomaret. Beberapa waktu lalu, Dispenda Jatim telah mengaktifkan pembayaran elektronik melalui e-samsat.

Bahkan sejak 2017 aplikasi e-Smart Samsat ini bisa diakses pengguna android. Menurutnya, wajib pajak tinggal memasukkan nomor kendaraan dan kode yang disediakan aplikasi. Setelah memasukkan nomor kendaraan muncul nilai besarnya pajak yang harus dibayarkan.

Ia juga mengatakan wajib pajak dapat membayarkannya melalui anjungan tunai mandiri (ATM) di sejumlah bank seperti Bank Jatim, BTN, Bank Mandiri, BNI, dan BRI.

BACA JUGA: Bayar Pajak Kendaraan Jatim Kini Bisa di Indomaret

"Selanjutnya kami akan bidik pengguna gawai, kami akan terus kembangkan, Kan ada Buka Lapak, Tokopedia ini kita akan masuk ke sana," ungkapnya.

Dengan kemudahan ini ditargetkan pendapatan asli daerah (PAD) 2019 meningkat 111 persen dari tahun lalu. Data dari website resmi Dispenda Jatim, sepanjang 2018 PAD yang berhasil masuk Rp 15,1 triliun. Realisasi itu meningkat 10,5 persen dibanding 2017.

Sementara dari total Rp 15,1 triliun itu, jumlah pajak kendaraan bermotor yang masuk ke khas Jatim adalah Rp 6,448 triliun. Meningkat dibanding 2017 yang mencatatkan Rp 5,889 triliun.

Baca Juga

loading...