Logo

Diduga Sakit Jantungnya Kambuh, Pemilik Bengkel Las Ditemukan Tak Bernyawa di Kasur

Reporter:,Editor:

Senin, 02 June 2025 09:00 UTC

Diduga Sakit Jantungnya Kambuh, Pemilik Bengkel Las Ditemukan Tak Bernyawa di Kasur

relawan BPBD Mojokerto dan petugas kepolisian saat mengevakuasi jenazah korban yang meninggal dunia karena dugaan kambuhnya sakit jantung yang diidapnya kambuh, Senin, 2 Juni 2025. Foto: Hasan

JATIMNET.COM, Mojokerto – Dua tukang las di Kabupaten Mojokerto meninggal dunia pada hari ini, Senin, 2 Juni 2025.

Pertama, Arifin meregang nyawa karena diduga tersetrum saat memasang atap galvalum di rumah kos yang masuk wilayah Desa Kintelan, Kecamatan Puri.

Kedua, Mustakim (55), warga Kecamatan Dlanggu. Mustakim diketahui sudah tidak bernyawa di bengkel las miliknya di Desa Jatilangkung, Kecamatan Pungging.

Jenazah korban ditemukan di ruang istirahat bengkel las tersebut. Saat kali pertama ditemukan oleh Hari Sunanda, anak seorang pekerja di tempat usaha itu, posisi Mustakim tengkurap di atas kasur.

BACA: Tukang Las di Mojokerto Meninggal Akibat Tersetrum saat Memasang Atap Galvalum

Sesaat sebelumnya, saksi merasa ada yang aneh lantaran tidak ada aktivitas di bengkel las tersebut. Hari akhirnya masuk dan mendapati korban masih tertidur di kasur.

Saksi memanggil-manggil dan berusaha membangunkan, tapi korban tetap tidak menunjukkan reaksi apapun.

"Sehari-hari (korban) di sini jadi tukang las. Saya bangunin tapi tidak semaur (menggubris), akhirnya saya keluar untuk memanggil orang (warga)," ujar Hari.

Tujuannya memanggil warga sekitar untuk membantu memastikan kondisi korban. Ketika beberapa orang masuk dan memeriksa ke ruang istirahat di bengkel, mereka mendapati Mustakim sudah tidak bernyawa.

BACA: Menyeberang Jalan dari Pom Bensin Ngoro, Kakek Tewas Tertabrak Truk

Hari mengungkapkan bahwa Mustakim diketahui memiliki riwayat penyakit jantung. "Kata pak dhe (Mustakim) punya riwayat sakit jantung,“ ujarnya.

Sementara itu, tim Inagis dari Polres Mojokerto yang mendapat laporan penemuan mayat langsung menuju tempat kejadian perkara. Petugas melakukan penyelidikan dan hasilnya dipastikan tidak ada ada tanda-tanda kekerasan atau tindak pidana. Barang-barang milik korban, seperti telepon seluler dan dompet masih di bengkel di bengkel tersebut.

Selanjutnya, jasad korban dibawa ke kamar jenazah RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari, Kabupaten Mojokerto guna dilakukan visum et repertum dan pemeriksaan medis lebih lanjut.