Dewan Surabaya Minta Kebijakan Wali Kota Libatkan Semua Pihak

Khoirotul Lathifiyah

Jumat, 22 Maret 2019 - 05:58

JATIMNET.COM, Surabaya – DPRD Surabaya meminta usulan Wali Kota Surabaya Tri Rismharini terkait tata kota dikomunikasikan dengan beberapa pihak. Permintaan ini agar kebijakan pemkot tepat sasaran dan tidak mengulang blunder pengecetan di Jalan Panggung dan Kembang Jepun, yang menuai kritik.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Vincensius Awey sebetulnya mendukung penuh kebijakan Tri Rismaharini yang hendak merevitalisasi kawasan Blauran. Namun dia mengingatkan agar kebijakan tersebut dikonsultasikan dengan pihak-pihak terkait.

“Harus direncanakan dengan baik. Jangan sampai mengulang rencana revitalisasi di Jalan Panggung dan Kembang Jepun, dengan pengecatan warna-warni tanpa kajian yang baik. Kemudian muncul persoalan baru,” kata Awey sapaan akrabnya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis 21 Maret 2019.

BACA JUGA: Demi Revitalisasi, Pemkot Surabaya Tertibkan PKL Jalan Panggung

Awey menyarankan, ada baiknya semua perencanaan dilibatkan dengan dinas terkait. Begitu juga dengan keterlibatan tokoh maupun ahli agar kebijakan pemkot tepat sasaran.

“Jangan one human show. Apa pun yang disampaikan Bu Risma, itu spontanitas melalui apa yang dilihat kemudian disampaikan,” katanya.

Agar tidak menimbulkan blunder seperti kebijakan sebelumnya, politisi Partai Nasional Demokrat itu berharap pemikiran wali kota di kaji secara baik. Rencana yang dibuat pun, dimatangkan dengan pakar maupun dinas terkait, agar tidak menimbulkan kontroversi.

Sebelumnya wali kota Surabaya wanita pertama itu berencana memperbaiki Kawasan Blauran dengan menambahkan lampu dan pengecatan. Harapannya kawasan tersebut lebih hidup dengan konsep yang menyerupai bangunan di negara-negara Eropa.

BACA JUGA: Pemkot Akui Proses Revitalisasi Kembang Jepun Lamban

Rencana itu disampaikan Tri Rismaharini di sela inspeksi mendadak (sidak) ke Blauran pada Rabu 20 Maret 2019. Sebelumnya dalam sidak tersebut, Risma ingin melakukan penataan kampung.

“Saya nggak ngerti mana akses untuk warga. Yang penting diperbaiki dulu. Misalkan itu ternyata kawasan PD Pasar, saya minta PD Pasar memperbaiki. Soalnya di Genteng kali penuh PKL ketika malam, dan dampaknya menjadi kotor. Jadi kawasan ini harus ditata dan diperbaiki,” kata Risma di sela sidak pada Rabu 20 maret 2019 lalu.

Dia juga meminta kepada Dinas Cipta Karya untuk mendesain khusus kawasan ini. Salah satunya mempercantik dengan hiasan lampu-lampu penerangan di kawasan Blauran.

Baca Juga

loading...