Densus 88 Anti Teror Tangkap 34 Orang Terduga Teroris

Hari Istiawan

Kamis, 13 Juni 2019 - 10:36

JATIMNET.COM, Palangka Raya – Densus 88 Anti Teror dan Polda Kalimantan Tengah menangkap 34 orang terduga teroris. Mereka terdiri dari laki-laki dan perempuan dewasa serta anak-anak.

Dari ke 34 orang tersebut, Polda Kalteng telah menetapkan dua orang, yakni berinisial A dan T yang tinggal di Jalan Pinus Permai III Palangka Raya sebagai tersangka.

“Sisanya masih dalam pemeriksaan intensif,” kata Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Hendra Rochmawan, Kamis 13 Juni 2019.

BACA JUGA: Polisi: Teroris Percaya Melakukan Teror pada Ramadan Itu Syahid

Menurut Hendra, keberadaan kelompok tersebut di Kalteng difasilitasi salah satu warga Palangka Raya bernama Ansyari sejak awal 2019.

Ia menyebut, kelompok Jaringan Ansharut Daulah (JAD) yang diamankan di Kalteng sangat berbahaya, sebab seluruh anggotanya mampu merakit bom berdaya ledak tinggi.

"Kemudian mereka mengincar polisi yang berada di Jakarta, bukan di Kalteng," tegasnya.

Sebelum berangkat ke Jakarta, salah satu dari anggota kelompok JAD itu sudah mempersiapkan pembuatan bom pipa dan bom dari ponsel yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.

BACA JUGA: Upaya Deradikalisasi di Lapas Surabaya Bisa Jadi Pilot Project

Karena itu, saat tim Densus mengamankan kelompok tersebut dari sejumlah tempat di Palangka Raya berhasil diamankan berbagai komponen alat-alat yang digunakan untuk merakit bom.

"Selama enam bulan mereka sudah berada di Kalteng untuk berlatih serta mengumpulkan kekuatan. Kemudian akan bergerak ketika menerima instruksi pergi ke Jakarta," jelasnya.

Pada 2018, kelompok yang bermarkas di Aceh tersebut bubar, sebab kelompoknya ada yang ditangkap oleh Densus sehingga mereka berpencar dan salah satunya masuk ke Kalteng.

BACA JUGA: Densus 88 Tangkap Seorang Terduga Teroris di Madiun

Kombes Hendra menjelaskan, aksi kelompok ini ada di Jakarta dan saat ini sudah mulai bergerak, hanya saja berhasil digagalkan tim Polda Kalteng dan Densus 88. Di Palangka Raya sudah ada JAD bernama Ansyari yang memiliki istri yang berasal dari Kapuas.

”Jadi sebenarnya jaringan ini pelarian, bukan mengasingkan diri sambil melakukan pelatihan dan pencarian dana," kata Hendra.

Mantan Kapolres Palangka Raya tersebut menambahkan, kelompok ini berencana ingin menunggangi sebuah aksi di Jakarta dan terlibat dalam berbagai kerusuhan maupun teror di beberapa wilayah Indonesia.(ant)

Baca Juga

loading...