Logo

DAS Kalijompo Jadi Sasaran Penghijauan BPBD Jember

Reporter:,Editor:

Minggu, 01 November 2026 12:00 UTC

DAS Kalijompo Jadi Sasaran Penghijauan BPBD Jember

Penanaman pohon di DAS Kalijompo oleh BPBD Jember dalam risiko bencana, Minggu, 1 November 2026. Foto Fauzan/Jatimnet.

JATIMNET.COM, Jember – BPBD Kabupaten Jember memperkuat mitigasi bencana menjelang musim penghujan dengan menghijaukan kawasan daerah aliran sungai (DAS) Kalijompo, Kecamatan Sukorambi.

Sebanyak 30 bibit pohon nangka ditanam di kawasan Camping Ground Kalijompo, Dusun Gendir, Desa Klungkung, Minggu, 1 November 2026.

Penghijauan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Penguatan Peran dan Sinergi Pentahelix dalam Rangka Pengurangan Risiko Bencana yang berlangsung selama dua hari.

Penanaman melibatkan peserta kegiatan, relawan, hingga anak-anak yang tinggal di sekitar kawasan wisata alam tersebut. Keterlibatan masyarakat diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak dini.

Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo mengatakan, kawasan DAS Kalijompo dipilih karena memiliki riwayat bencana yang perlu menjadi perhatian bersama.

“BPBD mulai kemarin sampai hari ini melaksanakan penguatan kapasitas dan sinergi pentahelix untuk mengurangi risiko bencana. Kami mengambil momentum kegiatan ini di daerah aliran Sungai Kalijompo karena kawasan ini memiliki sejarah dan pengalaman bencana yang menjadi pembelajaran bagi kita semua,” kata Edy.

Kawasan Kalijompo pernah terdampak banjir bandang sekitar Februari 2020. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan lingkungan di sekitar aliran sungai dan dampaknya dirasakan hingga wilayah pusat Kabupaten Jember.

Menurut Edy, penghijauan di kawasan DAS menjadi salah satu langkah mitigasi jangka panjang untuk menjaga kondisi tanah dan mengurangi risiko erosi maupun longsor saat intensitas hujan meningkat.

“Pohon yang ditanam hari ini memang manfaatnya tidak bisa langsung dirasakan. Tetapi ini adalah investasi jangka panjang. Ketika tumbuh besar, akar pohon diharapkan dapat membantu mengikat tanah, mengurangi erosi, serta menjaga kondisi lingkungan di sekitar DAS,” ujarnya.

Pemilihan pohon nangka juga mempertimbangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Selain membantu menjaga lingkungan, tanaman tersebut nantinya dapat menghasilkan buah yang bisa dimanfaatkan warga sekitar.

Selain penghijauan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan jaringan relawan kebencanaan. Salah satunya melalui pengukuhan Relawan IARMI Tanggap Bencana sebagai unsur pendukung penanganan dan pengurangan risiko bencana di Jember.

Apel pembukaan kegiatan turut dihadiri Ketua DPP Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Jawa Timur, Dr. Agung Subagyo yang juga menjabat Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur.

Edy mengatakan, penguatan jaringan relawan diperlukan untuk membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Sebab, penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Pengukuhan ini menjadi bagian dari penguatan relawan yang berada di bawah koordinasi BPBD. Kami ingin memperkuat kolaborasi karena penanganan dan pengurangan risiko bencana tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan kebencanaan dari Basarnas. Materinya mencakup penanganan awal korban bencana alam maupun kecelakaan lalu lintas, terutama agar relawan tidak melakukan tindakan pertolongan yang justru memperburuk kondisi korban.

Ketua DPK IARMI Kabupaten Jember Zainul Arifin mengatakan, setelah pengukuhan, pihaknya akan melengkapi struktur organisasi dan menyusun program untuk mendukung mitigasi maupun penanganan bencana.

Menurutnya, kondisi geografis Jember yang memiliki sejumlah kawasan rawan bencana membutuhkan jaringan informasi yang cepat dan terkoordinasi.

“Setelah dikukuhkan, kami akan melengkapi manajemen struktural dan membuat program-program yang memungkinkan. Jember memiliki banyak titik rawan bencana, sehingga teman-teman yang berada di berbagai wilayah bisa memberikan informasi secara cepat kepada kami untuk membantu BPBD dalam memperoleh informasi terkait risiko bencana,” kata Zainul.

Dia menyebutkan, DPK IARMI Jember memiliki lebih dari 100 anggota yang berasal dari unsur IARMI dan lulusan STPDN.

Ke depan, peningkatan kapasitas anggota akan dilakukan melalui pelatihan dan berbagi pengetahuan dengan menghadirkan pihak-pihak yang memiliki kompetensi di bidang kebencanaan.

“Kami akan mencoba menambah wawasan dengan mendatangkan tim-tim yang bisa memberikan ilmu dan pengetahuan. Bencana tentu tidak kita inginkan, tetapi kita harus tetap siap dan memahami apa yang harus dilakukan agar penanganannya dapat dilakukan secepat mungkin,” pungkasnya.