Minggu, 01 November 2026 05:42 UTC

Basarnas Jember memberikan edukasi pertolongan pertama kepada relawan kebencanaan di Camping Ground Kalijompo, Minggu, 1 November 2026. Foto: Istimewa/Dok Basarnas Jember
JATIMNET.COM, Jember – Basarnas Jember membekali relawan kebencanaan dengan pengetahuan pertolongan pertama untuk menghindari kesalahan penanganan korban bencana alam maupun kecelakaan. Edukasi ini menekankan pentingnya memahami prosedur pertolongan agar tindakan penyelamatan tidak justru memperburuk kondisi korban.
Koordinator Pos SAR Jember S. Jefriyanzah Putra Pratama mengatakan, pengetahuan dasar mengenai pertolongan pertama sangat dibutuhkan masyarakat dan relawan. Terlebih, mereka berpotensi menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi ketika terjadi bencana atau kecelakaan.
Pembekalan tersebut disampaikan dalam kegiatan Penguatan Peran dan Sinergi Pentahelix dalam Rangka Pengurangan Risiko Bencana yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, Sabtu, 31 Oktober 2026 hingga Minggu, 1 November 2026, di kawasan Camping Ground Kalijompo, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.
BACA: Kecelakaan Tiga Motor di Kalisat Jember, Pelajar 17 Tahun Meninggal Dunia
Dalam kegiatan itu, Basarnas Jember memberikan materi mengenai teknik pertolongan pertama bagi korban bencana alam dan kecelakaan.
“Terkait kegiatan ini, kami diundang dan memberikan edukasi terkait pertolongan pertama kepada korban bencana alam dan kecelakaan. Sehingga melakukan pertolongan dengan cara yang benar, sehingga tidak menyebabkan kondisi luka yang semakin parah,” kata Jefriyanzah, Minggu, 1 November 2026.
Dia menjelaskan, keinginan untuk segera membantu korban terkadang membuat masyarakat atau relawan bertindak tanpa mempertimbangkan kondisi korban. Padahal, tindakan yang tidak sesuai prosedur dapat menimbulkan risiko cedera tambahan.
“Karena terkadang niat baik, tapi malah berujung fatal saat melakukan penanganan korban kecelakaan jika belum tepat,” ujarnya.
BACA: Dari Ketidakadilan hingga Menguatnya Militerisme: 2 Tahun Prabowo-Gibran Disorot Mahasiswa Jember
Menurut Jefriyanzah, setiap korban membutuhkan penanganan sesuai kondisi yang dialami. Karena itu, penolong perlu memahami situasi di lapangan dan mengetahui langkah awal yang tepat sebelum memberikan bantuan.
“Hal itu banyak terjadi, jadi edukasi ini memberikan manfaat positif,” katanya.
Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan relawan dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama diharapkan membuat relawan mampu memberikan bantuan secara tepat tanpa menambah risiko bagi korban.
Selain pembekalan dari Basarnas, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penguatan organisasi relawan kebencanaan di Kabupaten Jember. Salah satunya melalui pengukuhan Satgas Relawan IARMI (Ikatan Alumni Relawan Mahasiswa Indonesia) Jember Tanggap Bencana yang diharapkan dapat memperkuat jaringan informasi potensi bencana dari berbagai wilayah.
Dengan bekal pengetahuan pertolongan pertama dan kesiapan relawan, upaya penanganan bencana di Jember diharapkan berjalan lebih efektif. Keberadaan Satgas Relawan IARMI juga diarahkan untuk membantu mempercepat penyampaian informasi mengenai potensi dan risiko bencana kepada BPBD.
