Logo

Basarnas Ingatkan Relawan Tak Asal Menolong Korban Kecelakaan

Reporter:,Editor:

Minggu, 01 November 2026 10:00 UTC

Basarnas Ingatkan Relawan Tak Asal Menolong Korban Kecelakaan

Kegiatan Penguatan Peran dan Sinergi Pentahelix dalam Rangka Pengurangan Risiko Bencana di kawasan Camping Ground Kalijompo, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Minggu, 1 November 2026. Foto: Fauzan/Jatimnet.

JATIMNET.COM, Jember – Niat baik untuk menolong korban kecelakaan maupun bencana alam tidak selalu berujung baik jika dilakukan dengan cara yang keliru. Tanpa pengetahuan mengenai teknik pertolongan pertama, tindakan spontan justru berisiko memperparah kondisi korban.

Hal tersebut menjadi perhatian Basarnas Jember saat memberikan pembekalan kepada relawan dalam kegiatan Penguatan Peran dan Sinergi Pentahelix dalam Rangka Pengurangan Risiko Bencana yang diselenggarakan BPBD Kabupaten Jember.

Koordinator Pos SAR Jember S. Jefriyanzah Putra Pratama mengatakan, kemampuan melakukan pertolongan pertama perlu dimiliki masyarakat, khususnya relawan yang berpotensi menjadi pihak pertama di lokasi kejadian.

Menurutnya, dalam situasi darurat, keinginan untuk segera membantu korban sering kali membuat seseorang bertindak tanpa mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan penanganan korban.

“Kami diundang untuk memberikan edukasi terkait pertolongan pertama yang benar kepada korban bencana alam dan kecelakaan, sehingga tidak menyebabkan kondisi luka yang semakin parah,” kata Jefriyanzah, Minggu, 1 November 2026.

Dia menegaskan, kesalahan dalam memberikan pertolongan bisa berdampak serius terhadap kondisi korban. Karena itu, tindakan membantu harus didasari pengetahuan yang benar, bukan sekadar keberanian atau spontanitas.

“Karena terkadang niat baik, tapi malah berujung fatal saat melakukan penanganan korban kecelakaan jika belum tepat,” ujarnya.

Jefriyanzah menambahkan, setiap korban memiliki kondisi berbeda sehingga membutuhkan penanganan awal yang sesuai. Melalui edukasi tersebut, relawan diharapkan memahami langkah-langkah dasar pertolongan pertama sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Hal itu banyak terjadi, jadi edukasi ini memberikan manfaat positif,” katanya.

Pembekalan dari Basarnas Jember tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (31 Oktober – 1 November 2026) di kawasan Camping Ground Kalijompo, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan penguatan kapasitas relawan serta pengukuhan Satgas Relawan IARMI Jember Tanggap Bencana.

Ketua DPK IARMI Kabupaten Jember Zainul Arifin mengatakan, keberadaan relawan di berbagai wilayah dapat membantu mempercepat penyampaian informasi mengenai potensi dan risiko bencana.

“Teman-teman yang berada di Ambulu misalnya atau berada di Panti, itu bisa memberikan informasi secara tepat dan cepat kepada kami. Sehingga ini bisa membantu BPBD dalam hal informasi terkait dengan risiko bencana,” kata Zainul.

Setelah pengukuhan, IARMI Jember berencana menyusun program peningkatan kapasitas anggota dengan menghadirkan sejumlah pihak yang memiliki kompetensi di bidang kebencanaan.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Jember Edy Budi Susilo mengatakan, penguatan kemampuan personel dan relawan perlu dilakukan secara berkala agar penanganan bencana semakin efektif.

“Setelah melewati berbagai aktivitas penanganan bencana, teman-teman tentu membutuhkan penguatan kembali. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi, refreshing, sekaligus meningkatkan kemampuan agar penanganan bencana ke depan bisa lebih efektif,” katanya.

Melalui pembekalan tersebut, relawan diharapkan tidak hanya memiliki kepedulian untuk membantu sesama, tetapi juga memahami teknik pertolongan yang tepat. Dengan demikian, kehadiran mereka di lokasi bencana maupun kecelakaan dapat memberikan manfaat tanpa menambah risiko bagi keselamatan korban.