Cuaca di Maluku Dipengaruhi Pola Sirkulasi Samudra Hindia

Rochman Arief

Minggu, 21 April 2019 - 14:28

JATIMNET.COM, Ambon – Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon menyatakan, kondisi cuaca di Maluku dipengaruhi adanya pola sirkulasi di Samudera Hindia Barat Bengkulu pada beberapa hari ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, Ot Oral Sem Wilar mengatakan, pola angin di wilayah Utara Indonesia umumnya dari Timur Laut-Tenggara dengan kecepatan 3-20 knot. Sedangkan di wilayah Selatan Indonesia umumnya dari Timur-Selatan dengan kecepatan 3-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Selatan Jawa hingga Sumba, Laut Sawu, Samudera Hindia Barat Lampung hingga Selatan NTT, Laut Arafuru, perairan Kepulauan Letti hingga Tanimbar, Perairan Utara Jawa Timur, Laut Jawa, laut Flores, dan Laut Banda.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

BACA JUGA: BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Enam Meter di Selatan Jawa

Ot mengemukakan, gelombang mencapai 2,5 meter berpotensi di perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, perairan Selatan Kepulauan Kei hingga Aru dan Laut Arafuru,

Suhu 23-33 derajat Celcius dan kelembapan 70-95 persen dengan kondisi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan.

Dia mengatakan, para nelayan telah diimbau mewaspadai gelombang tinggi dan hendaknya jangan memaksakan melaut dengan mengandalkan armada tradisional.

Armada tradisional tidak kuat menahan kondisi cuaca tersebut yang sewaktu-waktu terjadi perubahan kecepatan angin, sehingga mempengaruhi tinggi gelombang.

BACA JUGA: Begini Fenomena Halocline di Berbagai Belahan Dunia

Menurut Ot, imbauan kondisi cuaca juga disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sembilan kabupaten dan dua kota, termasuk para bupati maupun wali kota.

Bila terjadi kondisi cuaca ekstrim, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak mengizinkan untuk berlayar. Bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

“Para pengguna jasa transportasi laut hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal akibat cuaca buruk, karena pertimbangan keselamatan dan keamanan,” tandas Ot. (ant)

Baca Juga

loading...