Begini Fenomena Halocline di Berbagai Belahan Dunia

Nani Mashita

Kamis, 21 Maret 2019 - 12:39

JATIMNET.COM, Surabaya - Penampakan Selat Madura yang seolah terbelah sempat menghebohkan publik Jawa Timur khususnya. Para ahli menyebut fenomena ini sebagai halocline.

Peristiwa ini sebenarnya bukanlah hal yang luar biasa dan patut dihebohkan. Di berbagai belahan dunia, fenomena ini sudah biasa terjadi. Halocline disebabkan oleh pertemuan dua jenis air yang tidak bisa menyatu.
 
Yang paling terkenal terjadi di Selat Gibraltar, yang memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya di negara Maroko dan Spanyol. Di selat ini, air dari Laut Mediterania bertemu dengan air Samudera Atlantik.

BACA JUGA: Fenomena Super Blood Wolf Moon Kalahkan Suhu Sedingin Es

Kedua laut pada dasarnya berbeda satu sama lain. Di Laut Mediterania, airnya cukup hangat, asin dan kurang padat dibandingkan dengan air di Samudra Atlantik.

Ketika air Laut Mediterania memasuki Samudra Atlantik di atas ambang Gibraltar, ia bergerak beberapa ratus kilometer ke Atlantik pada kedalaman sekitar 1000 meter dengan kehangatan, kadar garam dan karakteristik yang kurang padat, sehingga membentuk halocline horizontal.

Fenomena ini juga bisa dilihat di Semenanjung Yucatan di bagian selatan Meksiko yang memiliki banyak situs penyelaman yang populer.

BACA JUGA: Air Laut di Selat Madura Terbelah

Denmark juga memiliki perairan dengan fenomena ini, tepatnya di Skagen. Pertemuan air degan kerapatan berbeda antara Laut Baltik dengan Laut Utara memunculkan fenomena ini.
 
Di Brasil, terjadi antara Sungai Rio Negro dengan Sungai Amazon. Sungai Amazon berlumpur, sementara Rio Negro terlihat seperti teh hitam pekat karena konsentrasi tinggi unsur organik tanah, mineral, dan tumbuh-tumbuhan. Selain itu, Kanada juga memiliki fenomena serupa tepatnya pertemuan antara Sungai Thompson dan Fraser di Lytton, British Columbia.

Pertemuan antara Sungai Alaknanda dan Bhagirathi di Devpryag, India. Kemudian Sungai Green dan Colorado di Canyonlands, National Park, USA. Serta pertemuan sungai Mississippi dengan Ohio di Cairo, USA.  

BACA JUGA: Burung Dara Laut Bermigrasi ke Australia

Adapun bagi umat Muslim, fenomena ini sudah termuat dalam Alquran, tepatnya surah Ar Rahman ayat 19-20 yang juga menyinggung tentang fenomena ini.  

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (Q.S. Ar-Rahman:19-20)

Ayat lain juga menceritakan fenomena ini seperti terdapat di Surat Al-Furqan ayat 53 yang berbunyi: "Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi." (Q.S. Al Furqan: 53).

Baca Juga

loading...