Cerita Pramugari yang Bertugas pada Lebaran, Antar Pemudik tapi Tak Mudik

Anang Zakaria

Reporter

Anang Zakaria

Jumat, 7 Juni 2019 - 10:44

JATIMNET.COM, Surabaya – Lebaran adalah momentun berkumpul dengan keluarga. Tapi tidak bagi sebagian orang, pada hari spesial itu mereka justru disibukkan dengan penatnya urusan kerja. Sektor jasa salah satunya, menjadi industri yang menyisahkan sedikit peluang bagi pekerja untuk libur saat Lebaran.

Restu Utami Rosady, pramugari Garuda Indonesia, berbagi kisahnya tak bisa berkumpul dengan keluarga pada Lebaran 2019 ini. Meski dua Balita kembarnya menanti di rumah.

“Dua tahun kemarin 2017 dan 2018, saya cuti hamil dan baru punya baby jadi masih bisa Lebaran bareng keluarga, tahun ini baru pertama terbang lagi,” katanya, Kamis 6 Juni 2019.

Jadwal penerbangan yang padat di musim ramai (peak season) tak terhindarkan. Imbasnya, ia tak mendapatkan libur hingga 7 Juni. Untuk itu, suami berinisiatif memboyong anaknya ke rumah orang tua di Makassar dan Restu baru bisa bertemu pada H+3 Lebaran.

BACA JUGA: Relakan Lebaran Demi Keamanan Pengguna Jalan

“Sedih karena anak saya di luar kota, sementara saya masih di sini, suami saya dinas di Makassar jadi dibawa ke sana,” katanya.

Tapi ia menyadari berpisah dengan keluarga di hari raya adalah risiko pekerjaan.

“Namanya konsekuensi dari pekerjaan kita ikut antar orang mudik, sementara saya sendiri enggak mudik siapa tahu memang di situ pahalanya. Selama pekerjaannya masih di bidang jasa, apalagi ini transportasi udara memang sudah risiko,” kata wanita yang sudah berkarier menjadi pramugari sejak 2010 itu.

Toh ia bangga karena ikut menjadikan pemudik pulang dengan lancar. Mereka bisa bertemu dengan keluarga dan kembali ke kampung halaman, meski ia sendiri harus menunda pulang ke rumah.

BACA JUGA: Ingin Salaman Dengan Gubernur Jatim, Tukang Becak Datangi Grahadi

“Rasa rindu dengan keluarga itu terbayar ketika kita melihat mereka berpelukan di bandara dengan tawa dan tangis. Saya mencoba memposisikan menjadi mereka, mungkin mereka sudah saving money berbulan-bulan biar bisa ketemu dengan keluarga,” katanya.

Ia pun merasa bahagia dan bersyukur dalam bekerja. Sementara ia bertugas di penerbangan domestik, nuansa Lebaran di Tanah Air masih kental terasa. Suasana arus mudik pun berbeda.

“Euforianya berbeda, banyak bayi dan anak-anak, lebih ada seninya,” katanya.

Dulu, ia berkisah, keluarga memang sempat kaget ketika ia tak libur saat lebaran. “Tapi sekarang sudah biasa, yang tadinya kalau telepon ‘pulang apa enggak’ jadi ‘kamu Lebaran di mana’,” ujarnya.(ant)

Baca Juga

loading...