Relakan Lebaran Demi Keamanan Pengguna Jalan

Baehaqi Almutoif

Kamis, 6 Juni 2019 - 06:13

JATIMNET.COM, Surabaya – Berkumpul bersama keluarga menjadi momen mewah bagi Ahmad Fathul Bahri menyambut hari raya Idul Fitri 1440 H.

Warga Bangkalan, Madura yang kesehariannya menjaga perlintasan sebidang tanpa palang pintu kereta itu, harus tetap berjaga. Hampir sembilan tahun lamanya dia tidak pernah berkumpul dengan keluarga besarnya setiap menyambut hari raya Idul Fitri.

Ahmad mengaku berat hati meninggalkan rel yang dijaganya sejak 2009 itu. Tanggung jawab yang muncul lebih besar dibandingkan harus pulang ke kampung halamannya.

BACA JUGA: Gelar Griya Idul Fitri, Ini Menu Spesial di Grahadi

Perasaan sedih seringkali muncul setiap melihat banyak orang berkumpul dengan keluarganya. “Hari-hari seperti ini kan kumpul semua. Sedih terkadang,” ujar Ahmad saat dijumpai Jatimnet.com, Rabu 5 Juni 2019.

Kendati demikian, Ahmad enggan meninggalkan pekerjaanya. Meski tidak mendapat gaji sekalipun. Sebab selama ini ia hanya berpenghasilan dari pemberian pengguna jalan yang melintas.

Setiap ingin meninggalkan pekerjaannya, Ahmad merasa ada perasaan tidak nyaman di hatinya. Perasaan itu tidak sekali dua kali muncul, namun sudah berulang-ulang dirasakannya.

“Jangankan pergi, saya tinggal duduk saja orang kalau lewat rel menengok dulu. Orang was-was melintas. Tapi kalau saya berdiri di samping rel, orang langsung melintas tanpa menoleh,” bebernya.

BACA JUGA: Hadapi Mudik Lebaran, Polres Banyuwangi Siapkan Pengamanan Angkutan Umum

Sebenarnya Ahmad tidak sendiri menjaga persimpangan sebidang tanpa palang pintu di kawasan Gayungsari itu. Dia bersama delapan orang lainnya bergantian menjaga kawasan tersebut.

Dia mendapat jatah empat jam menjaga setiap harinya. Tugas itu dijalankannya tanpa duduk. Bahkan tidak jarang Ahmad berdiri sampai lima jam. “Kalau ditinggal duduk, ya itu tadi, orang was-was melintas," ungkapnya.

Ahmad yang kesehariannya tinggal di dekat perlintasan sebidang itu berharap pemerintah memberhatikan dengan memasang palang pintu. Karena selama ini hanya ada satu lampu sinyal yang sudah sejak lama tidak berfungsi.

Kini kedatangan kereta api hanya mengandalkan jadwal yang dihapalnya. Sembari terkadang melihat seksama dari ujung rel. “Biasanya terlihat kalau akan ada kereta api melintas,” tandasnya.

Baca Juga

loading...