Cerita Bibir Sumbing sampai Menggambar Tanpa Jemari, Cara Rizki Raih Mimpi

Ahmad Suudi

Reporter

Ahmad Suudi

Rabu, 31 Juli 2019 - 18:37

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Di ruang tengah rumahnya, Achmad Rizki Fauzi (21), menduduki lantai dan menunduk di depan meja berbahan tripleks miliknya. Di atasnya selembar kertas HVS ukuran 10 R yang telah tergambar sebagian, satu wadah alat tulis, lampu duduk dan kamera aksi yang terpasang ke tongsis.

Bulan ini tunadaksa tanpa jemari di tangan dan kaki itu harus menyelesaikan empat pesanan gambar sketsa wajah. Sketsa wajah hitam-putih berpigora putih dengan kaca, ditambah video pembuatan, dikerjakannya dengan upah Rp 200.000.

Belakangan, justru banyak pelanggan tidak ambil hasil sketsa melainkan hanya meminta video pembuatannya. Lalu diunggah ke media sosial masing-masing.

Rizki mulai rutin mendapatkan pesanan pembuatan sketsa wajah akhir November 2017. Setelah video tangannya yang tanpa jemari menggambar Miss Universe Indonesia 2017, Bunga Jelitha Ibrani yang mengenakan kostum nasionalnya, di unggah ulang oleh sang Putri di akun Instagram-nya.

BACA JUGA: Melihat Anak-anak Menari Gandrung di Tepi Sawah

Bunga Jelitha mendapatkan kostum berjudul The Warrior of Orangutan rancangan Rinaldy A Yunardi. Selain kesan besarnya semangat memperjuangkan orangutan, aksesoris kepala menampakkan khas Dayak.

“Saya sudah lama cinta Dayak. Dayak itu cantik menurutku,” kata Rizki di rumahnya, antara gang-gang di Lingkungan Kebon Jeruk, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Senin 29 Juli 2019.

Rizki lahir dalam kondisi bibir sumbing, dengan tangan dan kaki tidak dilengkapi jari. Untuk menulis dan menggambar dijepitnya pulpen dengan kedua telapak tangan, lalu digerakkan bertumpu pada siku dan bahu.

Kekurangan fisik itu tidak serta-merta dibarengi keajaiban, Rizki fokus latihan menggambar hingga kerap telat pulang sekolah. Bahkan hingga kini dia masih kesulitan saat kertas bergeser sedangkan kedua tangan hanya bisa mengapit pulpen.

BANYAK PENGGEMAR. Sketsa karya Rizki yang dikerjakan di rumahnya di Lingkungan Kebon Jeruk, Kelurahan Lateng, Banyuwangi. Foto: Ahmad Suudi.

“Terus aku berpikir ternyata karyaku ini bisa dibeli orang,” kata Rizki lagi.

Proyek menggambar doodle art, mural, serta sketsa wajah pelanggan dan para tokoh, kini kerap dikerjakannya. Selain mendapatkan honor, video tangannya menggambar menjadi konten media sosial yang mendapatkan respon positif dari warganet.

Wajah tokoh yang pernah dia gambar Presiden Ketiga RI, BJ Habibie, Cak Nun, Dahlan Iskan, Inayah Wahid, Najwa Shihab, Shoimah, Anji, Didik Nini Thowok,  dan sejumlah nama besar lainnya. Bahkan beberapa menerima dari Rizki langsung hasil sketsa wajah mereka seperti Vincent, Desta, Yura Yunita dan artis lainnya.

Konten demi konten dibuatnya dan diunggah di Instagram dan Youtube bernama riss_kei dan RISSKEY. Tema konten yang tengah serius digarapnya draw my life atau menggambar kehidupan sendiri.

"Yang judulnya bibir sumbing di Youtube dapat 17 ribu viewers. Orang lihat video menggambar dengan tanganku, kan semangat,” kata dia.

BACA JUGA: Lemuru Hilang, Kejayaan Muncar Melayang

Youtuber kini menjadi cita-citanya dengan ragam konten yang tengah dirancangnya. Jumlah viewers dia tingkatkan agar bisa memasang iklan, mengandalkan laptop rusak dan kamera aksi lawasnya.

Kini sudah ditinggalkannya kehidupan penuh perundungan yang dialaminya sejak kecil. Olok-olokan bibir bintang tak pernah terdengar lagi, tidak juga menyembunyikan tangan dalam saku celana, bahkan telah tampil beberapa kali di layar kaca.

Rizki mengaku sebelumnya selalu merasa sakit hati bila mendengar kata cacat, meski bukan diutarakan padanya. Saat resah datang, sering diredamnya di pantai Selat Bali yang hanya puluhan meter dari rumahnya.

“Saya galau, saya kok mudah tersinggung gini. Lalu hati saya terbuka, kata cacat saya jadikan akronim dari 'cinta Allah, cinta art',” kenang Rizki.

Ekspresi keresahan hati Rizki dituangkan dalam coretan sketsa. Foto: Ahmad Suudi.

Keresahannya kini tersalurkan dalam bentuk draw my life, puisi, lagu, bahkan video klip berkolaborasi dengan seniman-seniman lainnya. Lagu 'Ku Balas dengan Karya' ciptaan Rizki, yang dinyanyikannya bersama Krissandi bisa dinikmati di akun Youtube miliknya.

Direktur Poyek 'Ku Balas dengan Karya', Satria Nusantara Putra (24) mengaku berupaya menyampaikan pesan kegelisahan para difabel di ruang sosial. Sebanyak sepuluh penyandang difabilitas, termasuk Rizki, turut terlibat dalam pembuatan proyek ini.

Latar tempat berada di dalam gerbong kereta untuk menyampaikan pesan bahwa kehidupan semua manusia ada awal dan akhirnya. Penari-penari tak berbaju yang mengenakan topeng putih, dimasukkan untuk menggambarkan perilaku perundungan yang meresahkan para difabel.

“Di situ (dalam video) Rizki mengabaikan mereka, Ia bertahan dengan cacian dan makian.Tujuannya sih sebagai penguat mental, bagi siapa saja yang menonton video klip ini,” kata Satria.

Baca Juga

loading...