Senin, 20 April 2026 02:00 UTC

Ketiga narasumber dari akademisi dan anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Sumardi saat berfoto bersama peserta sosialisasi penguatan pemahaman regulasi media sosial di Hotel Aston Mojokerto, Sabtu, 18 April 2026. Foto: Jatimnet.com.
JATIMNET.COM, Mojokerto – Di tengah masifnya pemanfaatan teknologi informasi di era digital, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jauhar Wahyuni mengingatkan dampak negatif dari media sosial (medsos).
"Media sosial memberikan kemudahan, tapi juga rawan penyalahgunaan,” ujarnya dalam sosialisasi penguatan pemahaman regulasi medsos di Hotel Aston Mojokerto, Sabtu, 18 April 2026.
Menurutnya, penyalahgunaan penggunaan medsos bisa berujung pada cyberbullying dan kekerasan berbasis gender online (KBGO).
Maka, ia yang didapuk sebagai narasumber dalam sosialisasi itu berharap agar peserta dapat memahami berbagai kasus negatif seiring maraknya penggunaan medsos. Ia juga mengingatkan agar warganet bijak dalam menggunakan platform digital.
"Mulai dari pelecehan daring hingga penipuan berbasis gadget. Pemahaman ini krusial bagi generasi muda, pendidik, dan mahasiswa untuk menciptakan ekosistem digital yang aman dan tertib," jelas Jauhar di hadapan para peserta yang terdiri dari pendidik, mahasiswa, dan siswa.
BACA: Riset Ungkap Medsos Melemahkan Literasi Remaja, Kosakata Ikut Menurun
Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur Sumardi yang turut menjadi narasumber menyatakan bahwa pencegahan hal negatif di medsos perlu langkah konkret. Salah satunya, melalui penguatan literasi digital di tingkat daerah.
"Kami mendukung penuh inisiatif seperti ini untuk menciptakan masyarakat Jatim yang aman dari ancaman siber," ujar legislator dari Partai Golkar ini.
Dalam forum itu, Sumardi juga berharap agar sosialisasi sosialisasi penguatan pemahaman regulasi medsos bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. Target sasarannya, diminta lebih luas di banyak lapisan masyarakat. Mulai dari tingkat desa hingga sekolah.
BACA: Jaringan Teroris Incar Pelajar, Cak Sumardi Ingatkan Kewaspadaan di Media Sosial
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam membangun budaya digital yang sehat.
"Ke depan, kami berharap literasi digital tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama,” ujarnya.
Sumardi melanjutkan, masyarakat diharapkan bisa lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan medsos. “Dengan begitu, Jawa Timur bisa menjadi contoh daerah yang berhasil menciptakan ruang digital yang aman, produktif, dan beretika," pungkas Sumardi.
Sementara itu, Dr. Muh. Hambali, narasumber dari UIN Maulana Malik Ibrahiim Malang, turut berbagi pemikiran terkait dimensi etika dan regulasi digital dari perspektif keislaman.
