Logo

Bupati Banyuwangi Minta Alas Purwo Jadi Destinasi Tanpa Sampah Plastik

Reporter:,Editor:

Minggu, 15 September 2019 05:18 UTC

Bupati Banyuwangi Minta Alas Purwo Jadi Destinasi Tanpa Sampah Plastik

TANPA PLASTIK. Abelia Ovi Sabrina (15) dan Erabela Agustin (14), siswa kelas 9 SMP Negeri 2 Tegaldlimo sedang menuangkan es teh dari gelas plastik ke tumbler. Foto: Ahmad Suudi

JATIMNET.COM, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta agar Taman Nasional (TN) Alas Purwo dijadikan percontohan destinasi tanpa sampah plastik. Dia menyarankan balai yang bertanggung jawab atas Alas Purwo memberikan aturan terkait penggunaan plastik pada penjual makanan.

TN Alas Purwo yang berada di sebelah Tenggara Kecamatan Tegaldlimo itu memiliki beragam destinasi; pura, savana, pantai dan goa. Banyak penjual makanan dan minuman yang berada di pos jaga di dekat Pantai Pancur.

"Mari menghormati leluhur dengan menjaga adat budaya peninggalan leluhur. Salah satunya dengan menjaga kebersihan, agar tempat ini bersih dari sampah plastik," kata Anas dalam selamatan jalan baru TN Alas Purwo, Minggu 15 September 2019.

BACA JUGA: Jalan Baru di TN Alas Purwo Tak Akan Ganggu Satwa

Kepala Seksi Wilayah 1 TN Alas Purwo Probo Wresni Adji mengamini rencana itu dan berjanji menyiapkannya dalam tempo sebulan ke depan. Dia mengatakan program tanpa sampah plastik juga merupakan salah satu fokus Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menaungi Balai TN Alas Purwo.

Hal itu akan dilakukan dengan membuat larangan pemakaian plastik dan styrofoam bagi penjual makanan dan minuman. Dia juga akan memberikan imbauan-imbauan kepada pengunjung agar tidak membeli makanan dan minuman berbungkus plastik dan styrofoam.

BACA JUGA: Ratusan Warga Banyuwangi Ikuti Selamatan Jalan Baru Alas Purwo

"Kami ingin wisata ini menjadi edukasi bahwa Balai TN Alas Purwo dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi betul-betul perhatian terhadap persoalan sampah plastik," kata Probo.

Di acara yang sama, Jatimnet melihat beebrapa pengunjung, Abelia Ovi Sabrina (15) dan Erabela Agustin (14), siswa SMP Negeri 2 Tegaldlimo yang sedang memindahkan es teh yang baru mereka beli dari gelas plastik ke tumbler milik mereka. Mereka mengatakan melakukannya untuk mengurangi sampah plastik.

"Guru bilang plastik tidak bisa diuraikan. Kalau nggak bawa (tumbler) gini dihukum," ujar kedua siswa kelas 9 itu.