Bromo Terus Erupsi, Petani Tengger Cemaskan Lahan Pertanian

Zulkiflie

Jumat, 22 Maret 2019 - 15:35

JATIMNET.COM, Probolinggo – Aktivitas erupsi Gunung Bromo yang terus menyemburkan abu vulkanik membikin cemas petani suku Tengger di Kecamatan Sukapura dan Sumber, Kabupaten Probolinggo.

Abu vulkanik yang mengandung silika dianggap berpotensi merusak lahan pertanian warga. Tanaman yang paling rentan terdampak abu vulkanik, adalah kentang, kubis, wortel dan bawang daun.

Seperti diungkapkan Sugeng, seorang petani kubis di Kecamatan Sukapura. Menurutnya, jika tak segera dibersihkan, daun akan menguning lalu tanaman akan rusak.

BACA JUGA: Abu Vulkanik Gunung Bromo Guyur Sembilan Desa Suku Tengger

Akan tetapi Sugeng masih bersyukur, meski Gunung Bromo tengah erupsi, daerahnya kerap diguyur hujan sehingga tanaman tidak telalu lama terdampak abu.

“Sampai sekarang dampak abu vulkanik belum kami rasakan, karena sering hujan jadi tanaman tidak terlalu lama kena abu,” kata Sugeng, Jum’at 22 Maret 2019.  

Sugeng menjelaskan, harga jual tanaman Kubis saat ini Rp 500 perkilogram. Hasil panen tersebut, langsung dikirim ke wilayah Surabaya dan Jakarta.

Camat Sukapura, Yulius Christian menyebut erupsi kali ini masuk siklus lima tahunan. Menurutnya, ketika dampak abu vulkanik kian parah, warga sudah bersiap istirahat sejenak, dari aktifitas bertaninya.

BACA JUGA: Semburan Abu Vulkanik Bromo Ganggu Ekosistem Satwa Liar

“Sampai sekarang belum ada laporan petani terkait kerusakan lahan pertanian. Tapi jika abu terus menghujani, pasti ada dampak ke tanaman seperti kubis, kentang dan bawang daun milik petani Tengger Bromo,” jelasnya.

Data PVMBG per 22 Maret 2019 pukul 12.00 WIB, tinggi asap dari kawah Gunung Bromo berkisar 400-900 meter. Asap kawah bertekanan lemah, sedang hingga kuat teramati berwarna kelabu, coklat, dan hitam dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal.

Sempat terjadi tiga kali letusan, dengan amplitudo 25 - 26 mm, durasi 20 - 23 detik. Untuk tremor amplitudo 0,5 -23 detik, dominan 2 mm. Status aktivitas Gunung Bromo masih tetap di level level II (waspada). Masyarakat diminta untuk tidak mendekati radius sati kilometer dari bibir kawah Bromo.

 

Baca Juga

loading...