BRI Surabaya Targetkan Penyaluran Kredit Mencapai Rp 13 Triliun

Baehaqi Almutoif

Rabu, 8 Mei 2019 - 17:37

JATIMNET.COM, Surabaya - Tahun 2019 Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Wilayah Surabaya menargetkan penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 13 trilliun. Jumlah tersebut meningkat 10 persen dari target tahun 2018. 

"Targetnya Rp 13 trilliun. Tapi pengalaman kami biasanya melampui, bisa tercapai dengan baik," ujar Pemimpin Wilayah Kanwil BRI Surabaya, Busrul Iman usai pertemuan dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, di Gedung Negara Grahadi, Rabu 8 Mei 2019. 

Mantan Pimpinan BRI Cabang Malang ini melihat, geliat usaha kecil, mikro menengah (UMKM) di Jawa Timur ini, memiliki potensi sangat besar. Iman menilai, UMKM di Jatim masih memiliki pangsa pasar yang besar. 

Karena itu, perlu ditingkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat. BRI siap melayani pinjaman usaha untuk lebih mengembangkan UMKM.

BACA JUGA: Laba Bersih BRI Naik 10,43 Persen

Iman mengklaim, infrastruktur yang ada di BRI telah siap secara menyuluruh terkait pemberdayaan ekonomi UMKM.

"Infrastruktur yang ada BRI lebih siap untuk itu," ungkapnya. 

Sampai dengan bulan Maret 2019, BRI telah menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR), sebesar Rp 12 triliun, untuk wilayah Jawa Timur.

Dirinya pun optimis, realisasi penyaluran pinjaman di akhir tahun, dapat melebihi target yang ditetapkan. 

BACA JUGA: Banyuwangi dan BRI Kolaborasi Garap Startup Pertanian

"Surabaya hampir Rp 5 triliun, ya Rp 4 triliun lebih lah. Itu masih posisi Maret ya," kata Iman.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menganalisa, upaya pemerintah kabupaten/kota dan Pemprov Jatim menggerakkan usaha kecil menengah (UKM) mengurangi tingkat pengangguran terbuka.

Pembinaan mulai hulu hingga hilir, yakni pemasaran melalui market place sedikit membuahkan hasil. Angka pengangguran di Februari 2019 berada pada posisi 3,83 persen.

Angka itu lebih sedikit dibanding Februari 2018, yang mencapai 3,85 persen, dan lebih rendah dibanding februari 2017 yang menyentuh 4,10 persen. 

Baca Juga

loading...