Logo

PNM Dorong Kemandirian Perempuan Prasejahtera Lewat PKU Akbar di Surabaya

Reporter:,Editor:

Selasa, 27 January 2026 05:42 UTC

PNM Dorong Kemandirian Perempuan Prasejahtera Lewat PKU Akbar di Surabaya

Sejumlah ibu-ibu UMKM ikut dalam acaea PKU yang digelar PT PNM, Selasa, 27 Januari 2026. Foto: Januar

JATIMNET.COM, Surabaya – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat perannya dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan prasejahtera melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar. Program berskala besar ini kembali digelar di Surabaya dan melibatkan sedikitnya 500 nasabah, bahkan dalam pelaksanaan tertentu mampu menjangkau ribuan peserta.

Melalui PKU Akbar, PNM menegaskan bahwa pemberdayaan menjadi fondasi utama sebelum penyaluran pembiayaan usaha. Perusahaan memastikan setiap nasabah tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga mendapatkan pendampingan berkelanjutan sejak tahap awal, termasuk bagi calon pelaku usaha yang belum memiliki bisnis.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa pendekatan berbasis pemberdayaan diyakini mampu memberikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi nasabah. Menurutnya, pembiayaan akan berjalan optimal apabila disertai penguatan kapasitas dan pengetahuan usaha.

“PNM meyakini pembiayaan akan memberikan dampak yang lebih besar apabila didahului dan didampingi secara konsisten. Fokus kami pada pemberdayaan perempuan prasejahtera menempatkan PNM bukan sekadar lembaga pembiayaan, melainkan mitra tumbuh masyarakat dalam berusaha,” ujar Dodot, Selasa, 27 Januari 2026. 

Pelaksanaan PKU Akbar di Surabaya diawali dengan sesi coaching clinic yang bersifat interaktif. Dalam kegiatan ini, PNM menggandeng Pendamping Usaha Mikro dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman langsung kepada para peserta.

Dodot menjelaskan, melalui sesi tersebut nasabah memperoleh pemahaman penting mengenai legalitas usaha. Peserta juga mendapat kesempatan berkonsultasi langsung terkait pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi halal sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing produk.

“Nasabah dibekali pemahaman tentang legalitas usaha, sekaligus difasilitasi untuk berkonsultasi langsung terkait pendaftaran NIB dan sertifikasi halal,” jelasnya.

Selain penguatan aspek legal dan manajerial, PKU Akbar juga menghadirkan kelas keterampilan yang bersifat praktis. Peserta mengikuti pelatihan memasak dan kerajinan tangan yang dilaksanakan secara langsung, sehingga dapat segera diterapkan dalam aktivitas usaha masing-masing.

Salah satu peserta PKU Akbar, Rohana, mengaku merasakan manfaat nyata dari program tersebut. Ia menyebut kegiatan ini membantunya memahami pengelolaan usaha secara lebih profesional.

“Dulu saya hanya fokus berjualan tanpa memahami cara mengurus perizinan atau menghitung untung dan rugi dengan benar. Setelah mengikuti PKU Akbar, saya jadi lebih paham dan lebih percaya diri untuk mengembangkan usaha,” ungkap Rohana.

Rangkaian kegiatan PKU Akbar Surabaya juga diperkuat dengan talkshow yang melibatkan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, PNM menghadirkan bazar UMKM yang menampilkan 20 pelaku usaha binaan sebagai sarana promosi produk sekaligus memperluas jejaring bisnis.

Dengan dukungan jaringan PNM Cabang Surabaya yang ditopang oleh 166 kantor unit, PNM menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas usaha nasabah. Melalui program pemberdayaan yang terstruktur dan berkelanjutan, PNM mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di berbagai daerah.