Logo

Modal Rp13 Juta, Petani Cabai Probolinggo Panen hingga Rp45 Juta

Cuan di tengah lonjakan harga
Reporter:,Editor:

Sabtu, 14 March 2026 07:45 UTC

Modal Rp13 Juta, Petani Cabai Probolinggo Panen hingga Rp45 Juta

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin saat melakukan panen cabai bersama dengan para petani. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Di tengah melonjaknya harga cabai di pasaran, petani cabai di Kota Probolinggo justru menikmati keuntungan besar dari hasil panen mereka. Dengan modal sekitar Rp13 juta, kelompok petani bahkan mampu meraup cuan atau pendapatan hingga Rp45 juta.

Keuntungan tersebut dirasakan para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Lestari Jaya saat memanen cabai rawit di lahan pertanian yang berada di Jalan Priksan, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kota Probolinggo.

Panen cabai tersebut turut dihadiri Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo. Kegiatan diawali dengan pemetikan cabai secara simbolis bersama para petani di lahan tersebut.

BACA: Pemkot Probolinggo Sidak Pasar dan SPBU: Harga Cabai Tinggi, Stok BBM Aman

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan bahwa penanaman cabai di lahan tersebut telah dimulai sejak Oktober tahun lalu.

Menurutnya, dengan modal sekitar Rp13 juta, kelompok tani tersebut hingga kini telah melakukan panen cabai sebanyak 10 kali.

"Upaya ini sekaligus dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok komoditas cabai, menstabilkan harga di tingkat konsumen, serta menekan inflasi pangan di Kota Probolinggo," jelasnya.

Selain menjaga pasokan cabai di pasaran, program tersebut juga bertujuan mendorong para petani agar terus meningkatkan produksi dengan menerapkan teknik budidaya yang lebih baik sehingga panen dapat berlangsung secara berkelanjutan.

BACA: ‎Jelang Lebaran, Perajin Lampu Hias PVC di Probolinggo Kebanjiran Pesanan hingga ke Luar Negeri

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menilai keberhasilan panen tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa pertanian modern tidak lagi hanya bergantung pada cara-cara konvensional, tetapi juga memerlukan penerapan teknologi serta manajemen usaha tani yang lebih baik. Dengan demikian produktivitas meningkat, risiko kerugian dapat ditekan, dan kesejahteraan petani pun dapat terus ditingkatkan,” ujarnya.