Selasa, 10 March 2026 08:49 UTC

Wali Kota Probolinggo, Aminuddin saat meninjau harga sembako di Pasar Baru Kota Probolinggo, Selasa, 10 Maret 2026 bersama TPID. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Menjelang Lebaran di tengah tekanan inflasi di Jawa Timur, Pemerintah Kota Probolinggo bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Dari hasil pengecekan di beberapa SPBU, pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman untuk menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat saat arus mudik dan arus balik Lebaran.
Kegiatan sidak dimulai di Pasar Baru Kota Probolinggo pada Selasa (10/3/2026). Wali Kota Probolinggo Aminuddin bersama tim memantau langsung harga sejumlah bahan pokok, termasuk cabai rawit yang masih berada di kisaran Rp100 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit sebelumnya sempat melonjak hingga Rp140 ribu per kilogram menjelang Ramadan. Namun saat ini harga mulai turun dan berada di kisaran Rp95 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram.
Selain cabai rawit, sejumlah komoditas lain juga masih terpantau relatif tinggi. Cabai hijau kecil dijual sekitar Rp45 ribu per kilogram, cabai besar Rp40 ribu per kilogram, daging ayam broiler sekitar Rp40 ribu per kilogram, daging sapi Rp120 ribu per kilogram, serta telur ayam ras sekitar Rp30 ribu per kilogram.
Tingginya harga beberapa kebutuhan pokok tersebut menjadikan Kota Probolinggo sebagai salah satu daerah penyumbang inflasi tertinggi di Jawa Timur.
Sementara itu, dari hasil pemantauan di sejumlah SPBU di Kota Probolinggo, stok BBM dipastikan dalam kondisi aman.
Tim Satgas juga melakukan tera ulang pada alat pengisian BBM untuk memastikan takaran yang diterima masyarakat sesuai dengan standar.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin menyampaikan bahwa secara umum distribusi BBM maupun bahan pokok masih berjalan lancar meski situasi geopolitik global tengah memanas.
“Kami memastikan stok BBM di Kota Probolinggo aman dan distribusinya lancar. Masyarakat tidak perlu khawatir ataupun melakukan pembelian berlebihan, karena pasokan tetap terjaga menjelang Lebaran," terangnya.
Di sisi lain, PT Pertamina turut memastikan ketersediaan BBM tetap aman hingga masa arus mudik dan arus balik Lebaran.
Asisten Sales Branch Manager 2 Malang PT Pertamina, Habibi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan stok BBM untuk menjamin kelancaran distribusi di wilayah Probolinggo dan sekitarnya.
"Stok kami siapkan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi selama masa mudik hingga arus balik Lebaran.”
Menjelang Idulfitri, Pemerintah Kota Probolinggo juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panic buying, baik terhadap BBM maupun bahan kebutuhan pokok.
Imbauan tersebut disampaikan agar masyarakat tetap tenang meski situasi menjelang Lebaran bersamaan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
