Logo

Ramadan Hingga Lebaran 2026, Konsumsi LPG Naik 6,2% dan BBM 19%

Reporter:,Editor:

Senin, 06 April 2026 12:30 UTC

Ramadan Hingga Lebaran 2026, Konsumsi LPG Naik 6,2% dan BBM 19%

Armada Pertamina Patra Niaga yang disiagakan untuk kelancaran distribusi BBM dan LPG selama Ramadan hingga Lebaran 2026. Foto: Pertamina Patra Niaga

JATIMNET.COM, Surabaya –  Pertamina Patra Niaga mencatat kenaikan konsumsi energi selama periode Ramadan hingga Lebaran 2026.

Sumber energi itu, seperti LPG (Liquefield Petroleum Gas) yang mengalami lonjakan pemakaian hingga 6,2 persen dibandingkan kondisi normal.

Sedangkan bahan bakar minyak atau BBM (Gasoline) meningkat 19 persen dan Avtur 13 persen dari rata-rata di luar momentum Ramadan dan Lebaran.

Sementara, Gasoil justru mengalami penurunan konsumsi seiring berkurangnya aktivitas industri selama libur panjang.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa mengatakan bahwa peningkatan konsumsi energi bisa teratasi dengan baik.

BACA: Libur Paskah, Pertamina Patra Niaga Siapkan 779.800 Tabung LPG Tambahan di Jatim

Hal ini tak terlepas dari kerja keras pasukan khusus Pertamina Patra Niaga dalam menjaga pasokan energi pada masa Ramadan dan Idulfitri, mulai dari arus mudik hingga arus balik.

Terpenuhinya pasokan energi itu juga berkat kerja sama seluruh pihak yang melaksanakan Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) sejak 9 Maret hingga 1 April 2026.

“Stakeholder terkait itu dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, Hiswana Migas, serta media,” ujar Iwan, Senin, 6 April 2026.

Satgas RAFI  bertugas memastikan distribusi energi tetap aman dan lancar di seluruh wilayah kerja Pertamina termasuk Jatim. Kepastian ini berlangsung selama momentum Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan peningkatan konsumsi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi menyatakan bahwa pihaknya mengoperasikan enam terminal BBM selama masa Satgas RAFI 2026 berlangsung. Tujuannya, memastikan kelancaran distribusi energi.

Adapun enam  Terminal BBM (Fuel dan Integrated Terminal) yang dioperasional itu meliputi 1016 SPBU, 33 SPBUN, 969 Agen LPG, dan 6 Aviation Fuel Terminal. Operasional ini dikendalikan melalui sistem monitoring yang aktif selama 24 jam penuh.