Jumat, 03 April 2026 00:00 UTC

Ilustrasi plastik kemasan. Foto: Freepik.com
JATIMNET.COM, Madiun – Selain bahan pokok, kenaikan harga di Kabupaten Madiun juga terjadi pada komoditas plastik.
Tidak tanggung-tanggung, kenaikannya berkisar antara 70-100 persen persen. Untuk plastik bening yang biasa digunakan wadah sayur matang, misalnya, harga per pcs-nya mencapai Rp15 ribu. Padahal, harga sebelumnya hanya Rp9 ribu per-pcs.
“Harga segitu untuk yang tipis, kalau yang tebal lebih mahal lagi. Sebelum naik, harganya Rp12 ribu per pcs, kalau sekarang bisa Rp20 ribu per-pcs,” ujar Istikomah, salah seorang produsen sekaligus pedagang kue di pasaran wilayah Caruban, Kabupaten Madiun dan sekitarnya, Jumat, 2 April 2026.
Plastik bening biasa digunakannya sebagai wadah kue yang disediakan bagi pedagang yang kulakan di pasar. Lantas, dijual lagi secara keliling kepada konsumen.
Istikomah menambahkan, kenaikan harga plastik bening merupakan bagian dari tantangan yang saat ini dihadapinya.
Ia dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lain di sektor kuliner juga menghadapi hal yang sama.
BACA: Omzet Perajin Anyaman Tali Plastik di Probolinggo Menurun selama PPKM
Lely, produsen jajan gorengan mengatakan bahwa harga cabe hijau juga melejit dari Rp40 ribu per kilogram menjadi Rp60 ribu per kilogram. Dengan kondisi ini, ia tidak bisa berbuat banyak.
“Kalau harga produk dinaikkan, jelas pasar tidak bisa menerima (jajan yang saya buat). Tapi, kalau terus-terusan seperti ini, saya bisa bangkrut,” ungkapnya.
Cabai hijau atau lalap biasa digunakannya untuk pelengkap jajanan yang digoreng, seperti tahu isi, bakwan sayur, dan tahu bulat.
Dalam penjualannya, aneka jajanan tersebut dikemasi per biji menggunakan plastik dan dilengkapi cabai lalap.
Apabila harga cabai terus meroket dalam waktu panjang, Lely berencana menggantinya dengan saus kemasan. Alasannya, harganya relatif terjangkau dan lebih awet dibandingkan cabai lalap.
Namun, ia menyadari, rencana itu akan menghilangkan sensasi konsumen yang menyantap gorengan.
