Senin, 20 April 2026 10:00 UTC

Sekertaris DPD LDII Kabupaten Gresik Andi Fajar Yulianto disela-sela pelaksanaan Musda DPD LDII Kabipaten Gresik X tahun 2026. Foto: Agus Salim.
JATIMNET.COM, Gresik – Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Gresik berupaya memperkuat ekonomi syariah sebagai pilar utama di tengah arus globalisasi.
Sekretaris DPD LDII Gresik Andi Fajar Yulianto menyatakan bahwa ekonomi syariah menjadi solusi untuk menciptakan sistem ekonomi yang adil dan bebas dari praktik riba.
“Dalam menghadapi globalisasi, LDII memandang penting menata sistem ekonomi dengan roh syariat," terangnya, Senin 20 April 2026.
BACA: Musda X LDII Gresik Soroti Peningkatan SDM Menuju Nawa Karsa
Menurutnya, ekonomi syariah dapat diberdayakan agar umat bisa terlepas dari unsur-unsur riba, serta praktik yang tidak sesuai dengan prinsip Islam.
Fajar menjelaskan bahwa salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah melalui penguatan peran Baitul Maal wat Tamwil (BMT).
Sedangkan BMT merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang memiliki fungsi sosial dan bisnis. “Konsep BMT ini mirip koperasi syariah. Di Indonesia, umumnya berbadan hukum koperasi jasa keuangan syariah atau koperasi simpan pinjam dan pembiayaan syariah,”ucapnya.
LDII Gresik mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis jamaah dengan prinsip dari, oleh, dan untuk umat guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
BACA: LDII Gresik Santuni 1.500 Anak Yatim dan Dhuafa
Selain itu, LDII membentuk usaha bersama (UB) berbasis koperasi syariah yang dikelola profesional. Tujuannya, memastikan ekonomi berjalan transparan, adil, dan berkelanjutan.
“Dengan demikian, pemberdayaan ekonomi bisa berjalan maksimal dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” Fajar menegaskan.
LDII Gresik juga optimis ekonomi umat akan terus berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian nasional, khususnya di daerah.
Upaya tersebut tidak untuk meningkatkan kesejahteraan umat pada perkembangan ekonomi di tengah arus globalisasi saat ini dan mendatang.
