Kamis, 23 April 2026 13:45 UTC

Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto (tengah) saat berbicara dalam kegiatan pembinaan pengurus Kadin daerah yang digelar di Probolinggo pada Kamis, 23 April 2026. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menyoroti masih lebarnya kesenjangan antara lulusan pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Kondisi ini mendorong pentingnya revitalisasi pendidikan vokasi sebagai solusi strategis.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan pengurus Kadin daerah yang digelar pada Kamis, 23 April 2026 di Jalan Suroyo, Kelurahan Tisnonegaran.
Ketua Umum Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, mengungkapkan bahwa hanya sebagian kecil lulusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri.
“Menurut Apindo, yang sesuai dengan kebutuhan industri itu masih sekitar 10 sampai 20 persen," katanya.
BACA: Kampus Vokasi UNEJ Kini Terpusat di Jubung, Bukan Lagi di Tegalboto
Ia menilai kondisi tersebut menjadi persoalan serius yang harus ditangani secara bersama oleh pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan pelaku usaha.
Sebagai solusi, Kadin mendorong optimalisasi peran Tim Koordinasi Daerah Vokasi (TKDV) sebagai forum kolaborasi lintas sektor.
Melalui TKDV, berbagai pihak dapat menyelaraskan kurikulum pendidikan vokasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri.
BACA: Kadin Jatim Buka Peluang Magang ke Jepang dan Jerman untuk Tingkatkan Kompetensi SDM
Selain itu, upaya ini juga diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang siap pakai sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru.
Peran strategis Kadin dalam pengembangan vokasi juga diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022.
“Perpres ini dibuat untuk memperkuat sinergi. Kadin diberi tanggung jawab dalam beberapa aspek, khususnya dalam penyelarasan kurikulum dan pelatihan vokasi agar sesuai dengan kebutuhan industri,” ujarnya.
