Minggu, 08 March 2026 12:45 UTC

Kerajinan lampu hias bermotif kaligrafi hingga sketsa wajah kebanjiran pesanan, bahkan hingga ke sejumlah negara di Eropa dan Afrika. Foto: Zulafif
JATIMNET.COM, Probolinggo – Menjelang Hari Raya Idulfitri, perajin lampu hias berbahan pipa PVC di Kota Probolinggo kebanjiran pesanan. Kerajinan tangan dengan beragam motif ini tidak hanya diminati pembeli lokal, tetapi juga telah merambah pasar mancanegara.
Lampu hias tersebut hadir dengan berbagai desain artistik, mulai dari motif kaligrafi hingga sketsa wajah. Produk ini banyak digunakan sebagai lampu meja, lampu dinding, maupun lampu gantung untuk mempercantik interior ruangan.
Perajin lampu hias tersebut adalah Erwin Andi Prastika, warga Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Ia memanfaatkan pipa paralon atau PVC sebagai bahan utama untuk menciptakan lampu hias dengan nilai estetika tinggi.
Karya buatan tangan Erwin dikenal memiliki desain unik dengan harga yang relatif terjangkau. Tak heran, permintaan terhadap produk lampu hias ini selalu meningkat, terutama menjelang Lebaran.
BACA: Sambut Ramadan, Gressmall Gresik Gelar Late Night Shopping dengan Diskon hingga 70 Persen
Erwin mengungkapkan, pesanan lampu hias mulai berdatangan sejak awal Januari 2026. Ia bersama adiknya, Wisnu Wardana, harus bekerja lebih keras untuk memenuhi permintaan dari para pelanggan.
“Sejak awal Januari pesanan sudah mulai ramai. Bahkan lebih dari 80 lampu hias sudah kami kirim ke beberapa negara di Eropa dan Afrika,” ujar Erwin, Minggu (8/3/2026).
Dalam proses pembuatannya, pipa PVC terlebih dahulu dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Setelah itu, perajin membuat pola atau mal dari kertas sebagai panduan sebelum memasuki tahap pengukiran.
Tahap pengukiran menjadi proses paling krusial karena membutuhkan ketelitian tinggi. Erwin menggunakan mata bor khusus untuk mengukir motif pada permukaan pipa sesuai pola yang telah dibuat.
Pengrajin saat Merakit Kerajinan Lampu Hias Berbahan Pipa PVC di Kota Probolinggo. Foto: Zulafif
“Yang paling sulit itu saat mengukir menggunakan mata bor. Harus teliti supaya hasil gambarnya rapi. Biasanya semakin rumit motifnya, harganya juga semakin tinggi,” tambahnya.
Agar tampil lebih menarik, permukaan pipa kemudian dicat dengan berbagai pilihan warna seperti emas, perak, maupun warna lainnya.
Memasuki bulan Ramadan hingga menjelang Lebaran, jumlah pesanan lampu hias meningkat hingga dua kali lipat. Motif bernuansa Islami menjadi yang paling banyak diminati pembeli, seperti lafaz Allah dan Muhammad serta potongan ayat-ayat Al-Qur’an.
BACA: UMKM Rajungan di Tongas Probolinggo Banjir Order Jelang Imlek 2026
Erwin menjelaskan harga lampu hias yang diproduksinya cukup bervariasi, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan ukiran.
“Kalau harga mulai Rp 70 ribu sampai jutaan rupiah, tergantung ukuran dan tingkat kerumitan ukirannya. Selain motif Islami, kami juga sering menerima pesanan lampu dengan motif sketsa wajah dan desain minimalis,” pungkas Erwin.
