Logo

Irigasi Tetes dan Tumpang Sari Jagung Bantu Petani Cabai Probolinggo Tingkatkan Hasil

Reporter:,Editor:

Sabtu, 14 March 2026 10:00 UTC

Irigasi Tetes dan Tumpang Sari Jagung Bantu Petani Cabai Probolinggo Tingkatkan Hasil

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin saat memberikan apresiasi kepada petani cabai. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo mendorong penerapan inovasi pertanian melalui budidaya cabai rawit dengan sistem irigasi tetes dan pola tanam tumpang sari. Metode tersebut dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus membuat pemanfaatan lahan menjadi lebih efisien.

Penerapan metode tersebut dilakukan oleh Kelompok Tani Lestari Jaya di lahan pertanian Jalan Priksan, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kota Probolinggo.

Kegiatan panen cabai di lokasi tersebut dihadiri Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin bersama sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah kota, Sabtu, 14 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, wali kota juga ikut melakukan pemetikan cabai bersama para petani.

Selain panen bersama, kegiatan tersebut juga diisi sosialisasi mengenai teknik budidaya cabai rawit yang menghadirkan pemilik lahan, Hasan Prasojo, sebagai narasumber. Sekitar 20 petani dari berbagai wilayah di Kota Probolinggo mengikuti kegiatan tersebut.

BACA: Lavender, si cantik yang Jadi Inovasi Kota Probolinggo Cegah DBD

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan bahwa budidaya cabai di lahan tersebut menggunakan sistem tumpang sari dengan tanaman jagung serta memanfaatkan teknologi irigasi tetes.

“Pelaksanaan panen cabai rawit ini menggunakan sistem tumpang sari dengan tanaman jagung serta sistem irigasi tetes," ujar Fitriawati.  

Menurutnya, metode tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan air dan pupuk, tetapi juga mampu memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian.

BACA: Sewa Dapur MBG Dipersoalkan, Kader Gerindra Sampang Dilaporkan ke Polisi

Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menilai inovasi pertanian tersebut dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Kota Probolinggo.

“Dengan menerapkan teknologi irigasi tetes serta sistem tumpang sari dengan tanaman jagung, pemanfaatan lahan menjadi lebih optimal dan efisien,” ujarnya.

Selain pengembangan budidaya cabai, lahan pertanian tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan dengan usaha ternak burung puyuh yang memiliki nilai ekonomi cukup menjanjikan.