Logo

Lavender, si cantik yang Jadi Inovasi Kota Probolinggo Cegah DBD

Reporter:,Editor:

Kamis, 05 March 2026 07:53 UTC

Lavender, si cantik yang Jadi Inovasi Kota Probolinggo Cegah DBD

Wali Kota Probolinggo dr Aminuddin saat membagikan tanaman bunga Lavender kepada warga. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Pemerintah Kota Probolinggo menghadirkan inovasi baru dalam upaya menekan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui program lavenderisasi, yakni gerakan penanaman tanaman lavender di lingkungan masyarakat.

Program ini bertujuan membantu mengurangi populasi nyamuk penyebab DBD karena bunga lavender dikenal memiliki aroma khas yang dapat mengusir nyamuk. Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari penguatan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus yang melibatkan berbagai unsur masyarakat secara terpadu.

Pelaksanaan program ini ditandai dengan kegiatan Gerak Bersama Pencegahan dan Pengendalian DBD melalui PSN 3M+ dan Lavenderisasi Tahun 2026 yang digelar oleh Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Probolinggo.

Kepala Dinkes PPKB Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, mengatakan kasus DBD di wilayahnya masih menjadi perhatian serius. Meskipun tren kasus menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, potensi penularan tetap ada, terutama saat musim hujan yang mendukung berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.

Ia memaparkan, pada 2024 tercatat 490 kasus DBD dengan enam kematian. Jumlah tersebut menurun pada 2025 menjadi 326 kasus dengan empat kematian.

Dari data tersebut, Kecamatan Kanigaran menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 103 kasus dan dua kematian. Sementara itu, hingga Maret 2026 tercatat 39 kasus DBD di Kota Probolinggo.

“Angka bebas jentik di Kota Probolinggo pada 2025 masih berada di angka 78,8 persen, padahal target minimalnya 90 persen. Artinya, potensi penularan DBD masih ada,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan terus meningkat. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat agar pelaksanaan PSN 3M Plus berjalan lebih efektif, termasuk dengan gerakan penanaman lavender secara serentak.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menegaskan bahwa pengendalian DBD membutuhkan respons cepat dari seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, setiap kasus DBD harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi penularan yang lebih luas.

Ia mengingatkan bahwa penyakit tersebut banyak menyerang kelompok usia muda, termasuk anak-anak. Karena itu, keterlibatan masyarakat dinilai sangat penting untuk menekan penyebaran DBD.

“Begitu ada satu kasus saja, semua harus langsung bergerak. Mulai dari kader jumantik, RT, RW, lurah hingga camat. Jangan menunggu lama, karena nyamuk ini bisa hidup sekitar satu minggu dan dalam sehari bisa menggigit dua sampai empat orang,” ujarnya.

Selain berfungsi membantu mengusir nyamuk, tanaman lavender juga dinilai memiliki nilai ekonomi. Tanaman ini dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti minyak esensial, lotion, sabun, hingga krim kecantikan.

“Lavender ini tanaman yang multifungsi. Selain indah dan bermanfaat bagi kesehatan, juga bisa dikembangkan menjadi produk herbal dan kosmetik. Bahkan jika ditanam secara luas bisa menjadi daya tarik wisata baru di Kota Probolinggo,” tambahnya.

Melalui berbagai program seperti PSN 3M Plus, Gotong Royong Kota Bersih (Gotku Resik), serta gerakan lavenderisasi, pemerintah berharap Kota Probolinggo semakin bersih, sehat, dan indah sesuai dengan semangat program Probolinggo Bersolek.