Cuitannya dikaitkan netizen dengan aktivitas dukungan atau sindirian pada capres tertentu

Bos Buka Lapak Minta Maaf Setelah #UninstalBukaLapak Banjiri Twitter

Dyah Ayu Pitaloka
Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 15 Februari 2019 - 12:45

JATIMNET.COM, Surabaya – Tanda pagar #UninstalBukaLapak ramai di jagad Twitter sejak Jumat 15 Februari 2019 pagi. Tagar itu kemudian disusul munculnya  #DukungBukaLapak. Pendiri Buka Lapak Achmad Zaky meminta maaf atas cuitannya yang dianggap mendukung atau menyindir salah satu pasangan calon presiden.

Data milik Drone Emprit yang dicuitkan oleh pendirinya Ismail Fahmi di @ismailfahmi menyebutkan jumlah twit #UninstalBukaLapak mencapai 5.7k per jam sementara #DukungBukaLapak melejit dengan jumlah 8.1k per jam pada Jumat pagi.

Kayaknya bener emak2 yg ngegas #UninstallJokowi. Soalnya Interaction ratenya tinggi, sama spt dua tagar yg lain. pic.twitter.com/uKIWm733TH

— Ismail Fahmi (@ismailfahmi) February 15, 2019

Tagar yang ramai sejak Jumat pagi itu dipicu oleh cuitan CEO buka lapak Achmad Zaky di akun @achmadzaky pada 13 Februari 2019. Cuitan yang sudah dihapus itu berisi tentang perbandingan anggaran R&D (research and development) Indonesia tahun 2016 dengan beberapa negara lain baik negara maju dan berkembang.

BACA JUGA: Doa Politisi Untuk Kesembuhan Ani Yudhoyono di Twitter

Dalam cuitan yang tidak diketahui asal datanya itu Indonesia berada di peringkat 43 dengan anggaran R&D lebih kecil bahkan dari Malaysia dan Singapura.

Di akhir cuitan Zaky berharap “presiden baru bisa naikan” anggaran R&D yang tertulis sebesar USD 2 billion di tahun 2016.

Netizen dijagad twitter pun ramai mengaitkan cuitan Zaky dengan dukungan atau sindiran terhadap salah satu di antara dua pasangan calon presiden yang berlaga di pilpres kali ini. Lini masa Zaky sendiri dibanjiri dengan cuitan bertagar #UninstalBukaLapak.

BACA JUGA: CEO Twitter Akui Kaitan Aktivitas Ngetweet dengan Kekerasan Offline

Hal itu membuat Zaky menghapus cuitannya dan meminta maaf. Lewat keterangan resmi ia memohon maaf dan menyatakan cuitan tersebut tidak bermaksud mendukung atau tidak mendukung calon presiden tertentu, melainkan ajakan untuk membangun Indonesia melalui penelitian dan pengembangan ilmiah.

"Saya, Achmad Zaky selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial. Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya," katanya.

Tujuan dari tweet saya adalah menyampaikan fakta bahwa dalam 20 sampai 50 tahun ke depan, kita perlu investasi di riset dan SDM kelas tinggi. Jangan sampai kalah sama negara2 lain.

— Achmad Zaky (@achmadzaky) February 14, 2019


Melalui akun Twitter @achmadzaky, ia menyampaikan bahwa negara perlu berinvestasi dalam riset dan sumber daya manusia agar tidak kalah dengan negara lain bertahun-tahun mendatang. (Pit/Ant)

 

Baca Juga

loading...