Kamis, 02 July 2026 07:56 UTC

Suasana konferensi pers pengungkapan kasus penyelundupan narkoba jaringan internasional di pergudangan Prambanan Bizland, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Foto: Agus Salim
JATIMNET.COM, Gresik – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menggagalkan penyelundupan sekitar 3,37 ton ganja yang diduga berasal dari jaringan narkotika internasional asal Thailand. Dalam operasi gabungan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, petugas menyita ribuan kilogram ganja sekaligus menangkap 12 orang yang diduga terlibat dalam sindikat tersebut.
Pengungkapan kasus ini merupakan hasil operasi gabungan BNN RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Polda Jawa Timur. Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto memimpin langsung operasi senyap yang berlangsung pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026 di DKI Jakarta, Tangerang, Purwakarta, Surabaya, dan Gresik.
Kasus tersebut bermula dari temuan adanya kejanggalan pada sebuah kontainer asal Thailand yang tiba di Pelabuhan Tanjung Priok. Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan koper dan kardus latex yang berisi ganja jenis kuncup bunga (cannabis buds).
BACA: BNN Buru Dua WNA Pengendali Penyelundupan Ganja dari Thailand, Jaringan Internasional Terungkap
BNN kemudian mengembangkan penyelidikan dengan menganalisis dokumen pengiriman serta jejak distribusi barang. Hasilnya, petugas menemukan indikasi adanya pengiriman kontainer lain dengan pola serupa menuju Kabupaten Gresik.
"Tim gabungan selanjutnya menerapkan metode control delivery dengan membuntuti distribusi barang menggunakan dua truk hingga tiba di sebuah gudang di kawasan pergudangan Gresik," katanya, Kamis, 2 Juli 2026.
Melalui metode tersebut, petugas berhasil melacak lokasi penyimpanan barang di sebuah gudang kawasan pergudangan Gresik. Di lokasi itu, tim gabungan mengamankan empat truk beserta barang bukti berupa 500 koper dan 80 bal kardus latex yang berisi ganja.
Total barang bukti yang disita mencapai sekitar 3.371.400 gram atau setara 3,37 ton bruto. Jumlah tersebut menjadi salah satu pengungkapan penyelundupan ganja terbesar yang berhasil dibongkar BNN dalam beberapa waktu terakhir.
BACA: Dari Sabu hingga Liquid Vape, Jaringan Narkoba Terungkap di Mojokerto
Selain menyita barang bukti, petugas juga menangkap 12 orang yang diduga memiliki peran berbeda dalam jaringan tersebut. Mereka terdiri atas pengusaha jasa transportasi, pengurus perusahaan, sopir truk, oknum petugas pelabuhan, hingga seorang warga negara China yang diduga menguasai gudang penyimpanan di Gresik.
BNN memastikan penyelidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh mata rantai sindikat penyelundupan narkotika tersebut. Petugas juga menelusuri pihak-pihak yang diduga menjadi pengendali jaringan dari luar negeri.
Dalam pengembangan kasus ini, BNN mengungkap adanya dugaan keterlibatan jaringan narkotika internasional yang dikendalikan dua warga negara asing dari luar Indonesia. Keduanya diduga menjadi otak penyelundupan ganja dari Thailand ke Indonesia dan kini masih masuk dalam daftar buronan.
