Ajak masyarakat memilih pemimpin yang tidak tersangkut pelanggaran HAM

Bertemu Moeldoko, Ini Yang Disampaikan Keluarga Korban Aktivis Hilang

David Priyasidharta
David Priyasidharta

Kamis, 14 Maret 2019 - 09:16

JATIMNET.COM, Jakarta - Perwakilan Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) menemui Kepala Staf Presiden Jenderal (Purn) Moeldoko di Binagraha, Jakarta, Rabu 13 Maret 2019. Dalam pertemuan itu, keluarga 13 aktivis ‘98 meminta pemerintah segera memastikan status saudara dan anak mereka yang hilang.

Permintaan ini disampaikan bertepatan 21 tahun peristiwa penculikan para aktivis. Status keberadaan 13 aktivis hilang itu sangat diperlukan untuk memastikan apakah mereka masih hidup ataukah sudah meninggal.

“Apalagi kasus ini juga sudah ada rekomendasi dari Komnas HAM dan DPR,” kata Mugiyanto, dari IKOHI.

BACA JUGA: Moeldoko Ancam Keluarkan Mainan Jika Hoaks Masih Dimainkan

Ada beberapa hal yang yang disampaikan dalam pertemuan itu. Mereka berharap pemerintah segera menerbitkan dokumen resmi terkait status kependudukan korban yang masih hilang. Selain itu, mereka mengharapkan ada kompensansi atau bantuan untuk mendapat beasiswa pendidikan, kesehatan, dan bantuan biaya hidup bagi keluarga yang ditinggalkan.

Terakhir, mereka meminta pemerintah mempercepat ratifikasi Konvensi Internasional tentang Perlindungan Terhadap Semua Orang dari Tindakan Penghilangan Secara Paksa.

“Tinggal satu konvensi ini yang belum diratifikasi. Kami yakin Pak Jokowi mampu !" ujar Mugiyanto dalam siaran pers yang diterima Jatimnet.com.
 
Dalam pertemuan, IKOHI menyampaikan sikap politiknya sesuai hasil Kongres 1 IKOHI, Oktober 2002. Dimana mereka mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang tidak pernah tersangkut kasus pelanggaran HAM.

BACA JUGA: Moeldoko Konsolidasi dengan Forkopimda Jatim dan Sesepuh NU 

Moeldoko sangat memahami isi hati keluarga yang kehilangan. Dia memuji langkah keluarga korban yang terus memperjuangkan keberadaan nasib anggota keluarganya ini.

Pengungkapan ini penting agar generasi sekarang tahu sejarah kelam yang pernah menimpa republik ini.

Panglima TNI periode 2013 – 2015 itu berjanji akan menyampaikan tuntutan keluarga korban kepada Presiden Joko Widodo. "Pasti nanti akan saya sampaikan kepada beliau," kata Moeldoko.

Baca Juga

loading...