Berpura - pura minta sumbangan

Beraksi di Lima TKP, Maling Motor Dibekuk

Zulkiflie

Reporter

Zulkiflie

Selasa, 2 Juli 2019 - 20:56

JATIMNET.COM, Probolinggo – Satreskrim Polresta Probolinggo akhirnya membekuk, dua pencuri motor bermodus sebagai peminta-minta sumbangan, yang kerap beraksi di wilayah kota setempat.

Keduanya yakni Anto Wijaya (27), Warga Desa Bayeman, Kecamatan Tongas dan Asnawi (43), Warga Desa Pajarakan Kulon, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. dari para tersangka, petugas berhasil mengamankan 5 unit motor curian dari 5 TKP berbeda.

BACA JUGA: Nama Sekda Kota Surabaya Dicomot untuk Modus Penipuan

Kepada petugas, Asnawi salah seorang pelaku menjelaskan, dalam setiap aksinya mereka tidak memetakan kondisi rumah korban. Mereka baru melancarkan aksi, setelah melihat adanya motor terparkir di teras rumah, dengan kondisi kunci menempel.

“Kita berbagi tugas kalo beraksi, ada yang bagian memantau situasi, dan sebagai peminta sumbangan sekaligus eksekutor. Dan saat korban masuk kedalam rumah, baru eksekutor beraksi secara cepat mengambil motor korban,”ungkapnya, di Mapolresta Probolinggo, Selasa 2 Juli 2019.

REKAMAN CCTV: Kapolresta Probolinggo menunjukkan foto aksi pelaku terekam CCTV, Foto : Zulkiflie

Sementara Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal menyebut, terungkapnya aksi kedua pelaku setelah adanya laporan warga yang resah, dengan aksi keduanya. Atas hal itu, polisi langsung melakukan penyelidikan terhadap pelaku, hingga dilakukan penangkapan.

“Usai dapati laporan adanya pencurian motor bermodus meminta sumbangan, kita langsung lakukan penyelidiki hingga didapati keberadaan mereka. Kalo setiap unit motor curian yang dijual, dari pengakuan pelaku sekitar 1 – 2 juta lewat media sosial,”terang Alfian.

BACA JUGA: Polrestabes Tangkap Tiga Penadah Motor Curian Sura’i

Dijelaskan Kapolresta, guna mengelabui kecurigaan petugas pelaku bahkan menjual motor curiannya dengan cara dijagal, atau diprotoli satu persatu bagian motor dan dijual secara eceran.

“Jadi tiap unit motor curian yang dijual, tidak semuanya lengkap. Namun ada yang dijual secara dijagal atau diprotoli,”pungkasnya.

Sementara atas perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 363 KUHP Pidana penjara, sekitar 7 tahun kurungan penjara.

Baca Juga

loading...