Benarkah Kopi Sebabkan Kanker, Ini Jawabannya

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Senin, 3 Juni 2019 - 12:17

JATIMNET.COM, Surabaya – Office of Environmental Health Hazard Assessment (OEHHA/ Kantor Penilaian Bahaya Kesehatan Lingkungan) di negara bagian California membatalkan keputusan kafe harus melampirkan peringatan bahaya kopi.

Pembatalan itu menyusul perdebatan bertahun-tahun tentang bahaya kopi, yang diduga mengandung akrilamida sebagai salah satu penyebab kanker. Pembatalan tersebut telah dilakukan melalui pengadilan negara bagian setempat. Laporan Dailymail.co.uk, Jumat 31 Mei 2019.

Belum lama ini pejabat berwenang menemukan pemanasan kopi menghasilkan bahan kimia yang memiliki hubungan dengan karsinogen. Namun kandungan tersebut tidak ada kaitan langsung, sehingga tidak menimbulkan risiko pada kesehatan.

Keputusan tersebut sekaligus menganulir Council for Education and Research on Toxics (Dewan Nirlaba untuk Pendidikan dan Penelitian Tentang Racun), tentang gugatan hukum kepada 100 kafe dan mata rantai produksi kopi.

BACA JUGA: Amankah Kopi bagi Kesehatan Jantung?

Sebab di dalam tuntutan yang diajukan organisasi tersebut menyebut di dalam kopi terdapat senyawa karsinogenik, yang mengandung racun dan berbahaya bagi kesehatan.

Karsinogenik adalah zat yang menyebabkan kanker dengan mengubah asam deoksiribonukleat (DNA) di dalam tubuh. Karsinogenik juga besifat endapan yang merusak organ paru-paru.

Pemerintah negara bagian California telah mengumumkan kopi mengandung akrilamida sebagai karsinogen sejak 1990-an. Tetapi kandungan akrilamida di dalam kopi sangat kecil. Hal itu diakui OEHHA yang menemukan kadar akrilamida dalam kopi tidak menimbulkan risiko.

Dalam putusan tersebut, OEHHA mengumumkan bahwa kentang goreng dan roti panggang justru mengandung lebih banyak akrilamida dibandingkan dengan kopi.

BACA JUGA: Kelebihan Kafein Bisa Sebabkan Darah Tinggi

Sebelum OEHHA mengumumkan kopi tidak menyebabkan kanker, Agency for Research on Cancer (Badan Internasional untuk Penelitian Kanker) terlebih dahulu mengeluarkan pernyataan bahwa kopi tidak memiliki sifat kanker.

Badan tersebut mendesak pemerintah negara bagian California untuk membalikkan putusan pengadilan sekaligus memperbarui peraturan, dan menghapus peringatan minum kopi.

Kemudian OEHHA mengutip pernyataan The International Agency for Research on Cancer (IARC/ Badan Internasional untuk Penelitian Kanker) yang menyimpulkan bahwa konsumsi kopi tidak dapat diklasifikasikan sebagai karsinogenisitas.

OEHHA tidak menampik bahwa kopi mengandung akrilamida. Tetapi akrilamida di sini tidak bersifat menimbulkan kanker. Bahkan OEHHA menyatakan kopi bisa menurunkan risiko kanker hati dan rahim.

Baca Juga

loading...