Amankah Kopi bagi Kesehatan Jantung?

Rochman Arief

Minggu, 12 Mei 2019 - 17:28

JATIMNET.COM, Surabaya – University of South Australia mengumumkan hasil penelitian bahwa kopi bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Dikutip dari Dailymail.com, Jumat 10 Mei 2019, menyebutkan ada batasan konsumsi kopi per hari.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut mengonsumsi kopi lebih dari enam cangkir sehari meningkatkan risiko penyakit jantung 22 persen. Namun studi tersebut mendapat perdebatan tentang kematian akibat overdosis kafein. Sebab penelitian lain menyatakan enam cangkir bisa menjadi pelindung bagi jantung.

Berdasarkan data UK Biobank yang menyurvei 347.077 peserta berusia antara 37 dan 73 tahun, memiliki daya tahan tubuh alamiah terhadap efek kopi. Para peneliti fokus pada gen metabolisme kafein CYP1A2, yang diyakini bisa membantu asupan kafein dengan baik.

Hasil penelitian tersebut mampu mengidentifikasi kebiasaan mengonsumsi kopi mana yang bisa meningkatkan atau menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Selain itu, ditemukan bahwa pemilik gen CYP1A2, sanggup membantu memetabolisme kopi meski mengonsumsi cangkir kopi keenam.

BACA JUGA: Kopi Bisa Menyembuhkan Sakit Kepala atau Memperparah?

“Pada dosis kebanyakan orang meminum kopi, mungkin tidak akan banyak berpengaruh, mungkin karena kebanyakan orang melakukan titrasi otomatis,” kata ahli jantung McGill University Chris Labos kepada DailyMail.com.

Titrasi adalah metode yang dipakai dalam analisis kimia kuantitatif untuk menentukan konsentrasi suatu larutan yang belum diketahui konsentrasinya dengan larutan yang sudah diketahui konsentrasinya.

Ini merupakan tanggapan Labos pada tahun 2014, di mana ia mematahkan penelitian tentang risiko kafein setelah FDA (Food and Drug Administration / Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengeluarkan peringatan tentang konsumsi kafein.

BACA JUGA: Adakah Hubungan Antara Kopi dan Kanker Paru?

Adapun American Heart Association (AHA), menilai ada pro dan kontra dampak kopi untuk kesehatan jantung. Menurut AHA, kopi bisa membantu melepaskan asam lemak dari jaringan lemak, yang dapat digunakan untuk energi, dan merangsang sistem saraf.

Namun kopi juga memberi risko lain seeprti dampak pada ginjal dapat meningkatkan rasa haus, dan keasamannya dapat menyebabkan refluks asam. Kebanyakan mengonsumsi kopi juga mengancam risiko medis lainnya.

“Secara keseluruhan, bukti yang bersifat observasional, dan bukan dari uji coba secara acak, menunjukkan kopi memiliki efek yang bersih,” jelas Dr Labos.

Baca Juga

loading...