Bea Cukai Surakarta Ungkap Sindikat Rokok Ilegal Antar Pulau

Rochman Arief
Rochman Arief

Rabu, 15 Mei 2019 - 11:57

JATIMNET.COM, Solo – Petugas Bea dan Cukai Kota Surakarta mengungkap sindikat peredaran rokok ilegal antar pulau dengan menangkap lima tersangka bersama barang bukti sebanyak 6.643.200 batang.

“Lima tersangka telah diamankan, yakni AP selaku pemilik gudang rokok ilegal di Sukoharjo, HF warga Jepara (produsen), DA warga Bangka Belitung (pembeli), Al dan KM pengemudi angkutan pengiriman barang,” kata Kepala Kantor Bea dan Cukai Kota Surakarta Kunto Prastitranggono, Surakarta, Rabu 15 Mei 2019.

Kunto menambahkan sindikat rokok ilegal antar pulau berawal saat petugas Bea Cukai Kanwil Jateng dan DI Yogyakarta yang menggagalkan pengiriman rokok ilegal berjumlah 121 koli di jalan tol kawasan Ngalian Semarang, pada 4 Maret 2019.

Petugas Bea Cukai mengecek muatan sebuah truk Hino bernopol BD 8174 BL berisi rokok ilegal sebanyak 121 koli, yang tengah menempuh perjalanan dari Sukoharjo menuju Bangka Belitung.

BACA JUGA: Dinas Kesehatan Harus Rapatkan Ulang Perda Rokok

Petugas Bea Cukai Surakarta kemudian melakukan pengamatan dan penelusuran jejak-jejak pengiriman rokok ilegal itu, di wilayah Solo Raya. Petugas menemukan tempat penimbunan rokok ilegal di sebuah gudang di wilayah Sukoharjo, pada 6 Maret.

Tim gabungan Bea Cukai Surakarta dan Kanwil Jateng dan DIY melakukan penindakan terhadap bangunan yang difungsikan sebagai tempat penimbunan rokok ilegal tersebut.

Petugas menemukan 132 koli berisi rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) berbagai merek dalam keadaan tanpa dilekati pita cukai. Petugas juga mengamankan AP selaku pemilik gudang dan rokok ilegal.

BACA JUGA: Ini Dampak dan Bahaya dari Rokok Elektrik

Bahkan, petugas juga menyita dua kendaraan yang sedang melakukan pengiriman rokok ilegal, dengan jumlah muatan 25 koli di atas mobil pikap milik HF, yang dikendarai KM dan AL. Bea Cukai juga menemukan 20 koli berisi rokok ilegal dimuat di mobil Isuzu Elf yang dikendarai YA.

"Kami terus melakukan pengembangan kasus ini dengan meminta AP sebagai pemilik gudang, dan kami peroleh info bahwa barangnya diperoleh dari HF di Jepara selaku produsennya,” terangnya.

Selanjutnya tim gabungan melakukan penangkapan terhadap empat orang masing-masing berinisial HF (pemilik barang), DA (pembeli barang), AL dan KM di sebuah hotel di Yogyakarta.

BACA JUGA: Perokok di Sumbar Didominasi Pelajar

Petugas kemudian membawa keempat tersangka ke Kantor Bea Cukai Surakarta untuk dilakukan proses lebih lanjut sesuai ketentuan perundang-undangan di bidang Cukai.

Tersangka dijerat dengan Pasal 54 dan atau Pasal 56 junto Pasal 59 Undang Undang Nomor 11 Tahun 1995, sebagimana telah diubah dengan UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP, tentang Cukai.

Petugas juga berhasil mengumpulkan rokok ilegal total 298 koli atau 1.690 ball atau 338.000 bungkus atau 6.643.200 batang sebagai barang bukti. Kendaran truk Hino nopol BD 8174 BL, Toyota Kijang nopol H 9217 TR, Isuzu elf nopol N 7352 A, dan Daihatsu nopol N 1679 DQ. “Kerugian negara yang diselamatkan sebesar Rp 2.666.716.800,” tutup Kunto. (ant)

Baca Juga

loading...