BBPJN VIII Hentikan Pengerjaan Enam Rekonstruksi Jalan Selama Lebaran

Baehaqi Almutoif

Rabu, 22 Mei 2019 - 14:58

JATIMNET.COM, Surabaya – Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII memastikan pengerjaan rekonstruksi jalan berhenti mulai H-10 hingga H+10 Lebaran.

Kepala BBPJN VIII, I Ketut Darmawahana mengatakan seluruh pengerjaan jalan berhenti tanggal 30 Mei, atau H-10 Lebaran. Seluruh alat berat untuk perbaikan jalan ikut ditarik dari lapangan untuk dimasukkan ke posko-posko. Dengan begitu dipastikan tidak ada pengerjaan setelah tanggal 30 Mei.

“Sudah ada catatan oleh tim monitoring dan evaluasi, mana yang perlu diperbaiki dan yang harus selesai H-10. Tapi sudah disepakati bahwa pada 30 Mei pengerjaan akan dihentikan,” ujar Ketut di kantornya, Rabu 22 Mei 2019.

BACA JUGA: Pemkab Kediri Perbaiki Ruas Jalan Jelang Lebaran

Dia menyebut, setidaknya ada enam paket rekonstruksi jalan yang akan berhenti pengerjaannya. Karena kalau dipaksakan dapat mengganggu arus mudik, akibat berkurangnya lajur.

Sebab itu, meski baru 80 persen progresnya, BBPJN VIII menghentikan pengerjaan rekonstruksi selama mudik dan balik Idul Fitri 1440 Hijriah. Kelanjutan proyek tersebut akan dilakukan kembali selepas H+10 atau pada 16 Juni 2019.

Enam ruas paket rekonstruksi jalan yang dimaksud Ketut, yakni jalan raya menuju Krian, Widang, Lamongan (jalur Deandels), Tuban, Jalan penghubung Situbondo-Probolinggo, dan Jalan Penghubung Surabaya-Malang.

BACA JUGA: Tol Pandaan-Malang Gratis Hingga Lebaran

Adapun panjang ruas jalannya bervariasi, seperti di Malang ada 15 Kilometer yang diperbaiki, kemudian di Lamongan sepanjang 12 kilometer.

“Belum dikerjakan, tapi sudah nyaman untuk dilewati, karena sudah kami kerjakan sementara,” urainya.

Ketut memastikan seluruh jalan nasional tanpa lubang di mudik 2019. Marka jalan di tempat tertentu sudah diubah jadi kuning. Kemudian bahu jalan juga telah dirapikan. “Saat ini mempercantik ruas jalan nasional sudah dilakukan atau on progress,” tuturnya.

Baca Juga

loading...