Senin, 10 August 2026 06:00 UTC

Ketua RT 02, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Imron menunjukkan lokasi penemuan bayi di Desa Jatisari, Kecamatan Kutorejo, Mojokerto, Senin, 10 Agustus 2026. Foto: Wanto
JATIMNET.COM, Mojokerto – Bayi laki-laki yang ditemukan terkubur di pekarangan rumah warga di Dusun Jatisari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, diduga baru dilahirkan.
Dugaan itu menguat setelah ari-ari masih ditemukan menempel pada tubuh bayi yang terbungkus kaus berwarna merah tersebut.
Bayi itu ditemukan di pekarangan rumah milik Ihram, warga RT 02/RW 06 Dusun Jatisari, pada Minggu sore, 9 Agustus 2026.
“Waktu ditemukan, ari-arinya masih nempel,” kata Imron, Ketua RT 02 Dusun Jatisari, Senin, 10 Agustus 2026.
Penemuan jasad bayi bermula ketika pemilik rumah mencurigai adanya gundukan tanah di samping sumur. Setelah gundukan tersebut digali, warga menemukan jasad bayi yang terkubur dengan kedalaman sekitar 30 sentimeter.
Bayi tersebut memiliki panjang tubuh sekitar 51 sentimeter dan ditemukan dalam kondisi terbungkus kaus berwarna merah.
Kapolsek Kutorejo AKP Sugeng Irawadi mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal bersama bidan, bayi tersebut diperkirakan baru dilahirkan. Usia kandungannya diperkirakan sekitar delapan bulan.
Temuan tersebut kini masih diselidiki kepolisian. Petugas berupaya mengungkap asal-usul bayi, termasuk pihak yang membawa dan menguburkannya di pekarangan rumah warga.
Pendataan terhadap warga sekitar juga dilakukan untuk mencari informasi mengenai keberadaan orang yang diduga mengetahui proses penguburan bayi tersebut.
“Saat ini, kami masih melakukan pendataan pada warga. Terkait bayi itu asalnya dari mana, saat ini masih kami lakukan penyelidikan,” tegasnya.
Di tengah belum terungkapnya identitas bayi maupun orang tuanya, Pemerintah Desa Pesanggrahan memberikan nama Muhammad Gatra.
Nama tersebut diberikan sebelum jasad bayi dimakamkan di tempat pemakaman umum Kutorejo, Kecamatan Kutorejo, pada Senin pagi.
Pemberian nama itu menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada bayi yang ditemukan dalam kondisi terkubur tersebut, meski hingga kini belum diketahui siapa orang tua maupun pihak yang membawa bayi ke lokasi.
