Bawa Pistol ke Sekolah, Dua Pelajar Tembaki Murid Lain

Dyah Ayu Pitaloka

Rabu, 8 Mei 2019 - 12:50

JATIMNET.COM, Surabaya – Dua pelajar laki-laki di Sekolah STEM, Highland Ranch, dekat Denver, Colorado, melepas tembakan di sekolah, dan menyebabkan seorang pelajar tewas, serta tujuh korban terluka. Polisi telah menangkap dua pelaku tersebut.

Highland Ranch terletak sekitar 8 kilometer dari SMA Columbine, lokasi penembakan terparah di Amerika Serikat, 20 tahun silam.

Penembakan ini menjadi yang ke 115 sejak tahun 2019 di Amerika Serikat.

Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 14:00 waktu setempat, Selasa 7 Mei 2019, ketika pelaku “berjalan menuju sekolah STEM, terus masuk ke dalam dan berbaur dengan pelajar di dua lokasi berbeda,” kata Kepala Polisi Daerah Douglas, Tony Spurlock.

BACA JUGA: Penembakan TPS di Sampang Madura, Polisi Ringkus Lima Tersangka

Seorang tersangka adalah remaja berkulit putih, dan pelaku yang lain adalah laki-laki dewasa. Keduanya adalah pelajar di sekolah itu.

Spurlock mengatakan sekolah telah menghubungi layanan darurat “hampir segera”, dan petugas tiba di lokasi sekitar dua menit berselang.

Sekolah ditutup ketika polisi tiba di lokasi. Penutupan dibuka sejam kemudian, sekitar pukul 15:00 waktu setempat.

“Kami belum mendapatkan informasi apapun tentang siapa yang jadi target,” kata Spurlock, sambil menambahkan masih terlalu awal untuk memberikan kesimpulan.

BACA JUGA: Polres Sampang Terjunkan Brimob ke Lokasi Penembakan

Wali murid bernama Fernando Montoya, mengatakan jika anaknya yang berusia 17 tahun terluka akibat tertembak sebanyak tiga kali.

“Ia (anaknya) mengatakan jika seorang laki-laki mengeluarkan pistol dari kotak gitar dan mulai menembak,” kata Montoya pada ABC.

Steve Holley, orang tua lainnya,  juga mencuit lewat Twitternya, mengatakan “Ini kali ketiga aku menjemput anak laki-lakiku di sekolah dalam kondisi ditutup,” cuitnya

Penembakan itu direspon oleh Gubernur Colorado Jared Polis. Ia mencuit akan menambah petugas kepolisian di lokasi kejadiannya, katanya lewat Twitter.

BACA JUGA: Pelaku Teror Christchurch Dituntut 50 Dakwaan Pembunuhan

Gedung Putih juga mencuit duka cita terhadap korban, sementara Juru Bicara Presiden Donald Trump, Judd Deere, mengatakan, Presiden “telah melakukan brifing dan melakukan pengawasan terhadap perkembangan situasi,”.

Baca Juga

loading...