Basis Boomerang Ditangkap Karena Narkoba

M. Khaesar Januar Utomo

Jumat, 21 Juni 2019 - 20:28

JATIMNET.COM, Surabaya - Basis Boomerang, Hulbert Hendry Limahelu dibekuk Satnarkoba Polrestabes Surabaya karena kedapatan mengonsumsi narkotika jenis Ganja.

Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian mengatakan tersangka ditangkap saat tengah mengisap ganja. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti ganja seberat 6,7 gram. "Kami tangkap di rumahnya saat ia sedang mengisap ganja," ujarnya, Jumat, 21 Juni 2019.

Penangkapan Henry bermula dari pengembangan atas penangkapan bandar narkoba bernama Dimas yang menyimpan 1,5 kilogram ganja asal Lampung. Dari sinilah kemudian terungkap daftar nama para pemesannya.

BACA JUGA: BNNK Surabaya Gagalkan Peredaran 24 Ribu Pil Koplo

Henry termasuk dalam salah satu pemesannya. Selain Henry, polisi juga mengamankan 5 orang lainnya yang juga sebagai pengguna ganja. Mereka ditangkap di kediamannya masing-masing dengan barang bukti berupa 2 linting ganja, 179 gram ganja, dan 375 gram ganja.

"Berawal dari Dimas. Terus dikembangkan lagi, dapat siapa yang pernah pesan. Barangnya dari Lampung. Dimas kami tetapkan sebagai bandar, karena barangnya banyak," ungkap Henry.

Henry mengaku menyesali perbuatannya. Sebelumnya, ia sudah pernah tersandung kasus yang sama pada tahun 2003 silam. Musisi yang eksis tahun 90-an ini tidak ingin terjerat sampai ketiga kalinya. "Sudah dua kali, enggak mau ketiga kalinya," katanya.

BACA JUGA: Bea Cukai Gagalkan Tiga Penyelundupan Narkoba melalui Bandara Juanda

Henry menambahkan, alasannya memakai ganja untuk pengobatan. Ia mengaku mempunyai sakit bronkitis. Ia berharap dengan rehabilitasi nanti akan membawa dampak lebih baik bagi dirinya.

"Dapat barangnya dari teman kompleks. Saya sakit bronkitis, saya pakai itu merasa lebih baik. Mungkin pemerintah bisa melihat ini, meninjau kembali, dan merevisi UU soal ini," ungkapnya.

Henry bersama lima orang lainnya ini dijerat Pasal 114 ayat 1 subs Pasal 111 ayat 1 Pasal 127 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 4 tahun atau maksimal 15 tahun.

Baca Juga

loading...