Logo

Buruh Pabrik Rokok di Probolinggo Jadi Korban Begal, Motor Raib Demi Selamatkan Anak

Berangkat kerja demi nafkah keluarga, anak sempat berusaha lawan begal
Reporter:,Editor:

Selasa, 21 July 2026 12:52 UTC

Buruh Pabrik Rokok di Probolinggo Jadi Korban Begal, Motor Raib Demi Selamatkan Anak

Lokasi tempat terjadinya aksi pembegalan motor yang menimpa seorang perempuan buruh pabrik di Probolinggo. Foto: Zulafif

JATIMNET.COM, Probolinggo – Aksi pembegalan kembali terjadi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Seorang buruh pabrik rokok bernama Maryani (42), warga Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, kehilangan sepeda motornya setelah dirampas dua pelaku bersenjata celurit saat hendak berangkat bekerja, Selasa dini hari, 21 Juli 2026.

Peristiwa itu terjadi di ruas jalan yang sepi di Dusun Los Malang, Desa Tarokan. Saat kejadian, Maryani menuju titik penjemputan karyawan di Perempatan Klenang dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat merah bernomor polisi N 6320 NI.

Korban tidak berangkat sendirian. Maryani dibonceng oleh putrinya, Aliani (18), sementara putra bungsunya yang masih berusia 10 tahun turut berada dalam perjalanan menuju lokasi penjemputan.

Di tengah perjalanan, dua pria yang berboncengan dengan sepeda motor mendekati korban. Salah seorang pelaku kemudian mengeluarkan celurit sambil memaksa Maryani dan keluarganya menghentikan kendaraan.

Kedua anak Maryani sempat berusaha mempertahankan sepeda motor tersebut. Namun, situasi berubah mencekam ketika pelaku mulai mengayunkan celurit ke arah korban. Demi menyelamatkan anak-anaknya dari ancaman senjata tajam, Maryani akhirnya memilih melepaskan sepeda motor itu.

Suami korban, Muhammad Ismail, mengatakan keputusan tersebut diambil semata-mata untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

"Anak-anak sempat mempertahankan motornya, tetapi pelaku mengayunkan celurit. Istri saya langsung menyuruh mereka melepaskan motor karena takut anak-anak terluka," ujar Ismail.

Akibat aksi pembegalan itu, Maryani kehilangan sepeda motor yang selama ini menjadi sarana transportasi menuju tempat kerja. Selain mengalami kerugian materi, korban bersama kedua anaknya juga mengalami trauma akibat ancaman senjata tajam yang dilakukan pelaku.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Probolinggo Ipda Widi P membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.

"Laporan korban sudah kami terima. Saat ini, anggota masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku pembegalan," jelasnya.

Kasus ini menambah daftar tindak kriminal jalanan yang meresahkan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Probolinggo. Warga berharap kepolisian meningkatkan intensitas patroli, terutama pada jam-jam rawan, guna mencegah aksi pembegalan serupa kembali terjadi.