Bandara Juanda Belum Terpapar Abu Vulkanik Gunung Bromo

M. Khaesar Januar Utomo

Kamis, 21 Maret 2019 - 11:18

JATIMNET.COM, Surabaya – PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda terus memantau perkembangan Gunung Bromo yang mengeluarkan abu vulkanik. Selain itu, operator jasa kebandaraan juga memantau pergerakan angin untuk memastikan penerbangan aman.

“Kami akan terus memonitor perkembangan status Bromo, meski sejauh ini belum ada gangguan penerbangan karena angin tidak mengarah ke bandara," kata Humas PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda, Yuristo Ardi, Kamis 21 Maret 2019.

Dalam hal ini Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau pergerakan arah angin. Dalam berkoordinasi dengan BMKG ini tidak hanya memantau situasi di Juanda saja.

BACA JUGA: Ciamik, Lukisan Tiga Dimensi di Toilet Bandara Juanda

Sejumlah bandara yang dekat dengan Gunung Bromo seperti Bandara Abdulrachman Saleh turut dipantau. Terlebih jarak yang posisinya di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang itu lebih dekat dengan Bromo.

Yuristo mengatakan adanya abu vulkanik yang terbawa angin menuju kawasan bandara sangat membahayakan penerbangan. Hal ini dikarena abu vulkanik memiliki material yang berpotensi merusak mesin pesawat saat mengudara.

“Kami terus memantau arah angin untuk memastikan abu vulkanik yang terbawa angin tidak mengarah ke bandara dan jalur penerbangan,” jelasnya.

BACA JUGA: Penerbangan dari Bandara Juanda ke Bali Dihentikan 24 Jam

Berdasrakan pantauan hingga hari ini (Kamis, 21 Maret 2019) penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Juanda masih lancar. PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda terdapat pergerakan pesawat (take off-landing) sekitar 400 penerbangan per harinya.

Gunung Bromo mengalami erupsi sejak pekan lalu dan membuat abu vulkanik menyebar ke beberapa desa di Kabupaten Probolinggo. Berdasarkan pantauan hingga Rabu 20 Maret 2019, hingga pukul 12.00 WIB, PVMBG mencatat dari kawah Gunung Bromo tersembur asap setinggi 600-1.200 meter.

Tekanan semburan asap bervariasi. Dari yang lemah hingga kuat, dari yang berwarna kelabu, cokelat,hingga hitam. Intensitas guyuran abu vulkanis pun tercatat ada yang tipis, sedang, dan tebal.

Baca Juga

loading...