Senin, 02 March 2026 10:00 UTC

Petugas bagian teknis tengah mengecek bagian bogie kereta api. Foto: KAI
JATIMNET.COM, Madiun – Beragam upaya dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam menjamin keselamatan, kenyamanan, dan keamanan perjalanan kereta pada arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Salah satunya dengan melakukan perawatan secara intensif lokomotif dan kereta. Di wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun sebanyak 10 lokomotif yang disiapkan dalam masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah menjadi perawatan di Depo Lokomotif Madiun.
Lokomotif sebanyak itu terdiri dari dari 6 unit seri CC 201 & 4 unit seri CC 203. Demikian halnya dengan 94 kereta juga menjalani perawatan intensif di Depo Kereta Blitar.
Rinciannya, kereta penumpang sebanyak 78 unit kereta kelas eksekutif dan ekonomi, kereta makan & pembangkit (MP) 5 unit. Kemudian, 4 kereta makan (M1), 4 kereta Pembangkit (P) dan Kereta Bagasi (B) sebanyak 3 unit guna mendukung layanan logistik dan bagasi.
BACA: PT KAI Madiun Pastikan Keandalan Armada Jelang Mudik dan Balik Lebaran
Manajer Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun Tohari menjelaskan, perawatan itu meliputi beberapa sistem dan bagian pada kereta.
“Proses perawatan dilakukan oleh tenaga ahli dari Unit Sarana Daop 7 Madiun dengan fokus pada aspek vital dan fasilitas pelayanan,” ujarnya, Senin, 2 Maret 2026.
Adapun perawatan pada sistem operasional meliputi pengecekan lampu sorot, sistem kelistrikan, spidometer, wiper, serta fungsi deadman pedal untuk memastikan keamanan masinis.
Sedangkan pada rangka bawah meliputi pemeriksaan intensif pada bagian bogey (roda) dan alat perangkai untuk mendeteksi tingkat keausan.
Kemudian, perawatan pada fasilitas penumpang dilakukan untuk memastikan seluruh kelengkapan di dalam kereta (AC, toilet, kursi, dan lampu penerangan). “Agar berfungsi dengan baik, andal, dan laik operasi,” ucap Tohari.
Ia menegaskan, jika ditemukan komponen yang sudah aus atau melebihi batas toleransi pemakaian, maka penggantian akan segera dilakukan sesuai standar teknis yang berlaku.
