Senin, 02 March 2026 04:00 UTC

Petugas teknis PT KAI Daop 7 Madiun mengecek lokomotif untuk memastikan keandalannya sebelum dioperasionalkan selama masa angkutan Lebaran 2026/1447 Hijriah. Foto: PT KAI
JATIMNET.COM, Madiun – Manajemen PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memastikan sarana perkeretaapian siap dioperasionalkan pada masa angkutan Lebaran mulai 11 Maret - 1 April 2026.
Kepastian itu setelah seluruh armada di wilayah kerja Daop 7 Madiun menjalani perawatan intensif di Depo Lokomotif Madiun maupun Depo Kereta Blitar.
Manajer Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun Tohari mengatakan bahwa perawatan tersebut merupakan komitmen dari perusahaan BUMN tersebut. Terutama dalam menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan selama arus mudik dan balik Lebaran.
"Perawatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam menyiapkan sarana yang andal laik operasi menjelang masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah / Tahun 2026,” ujarnya, Senin, 2 Maret 2026.
BACA: Daop 9 Sediakan 4.240 Seat Arus Balik Lebaran
Dengan perawatan lokomotif dan kereta diharapkan perjalanan kereta lancar dan tanpa kendala teknis selama periode masa angkutan Lebaran.
Terkait dengan armada yang disiapkan selama masa mudik dan balik Lebaran, Daop 7 Madiun menyiagakan total 10 unit lokomotif. Rinciannya, 6 unit seri CC 201 & 4 unit seri CC 203.
Sepuluh lokomotif tersebut akan dioperasikan secara bergantian untuk menarik rangkaian kereta unggulan di wilayah Daop 7 Madiun. Kereta api itu meliputi Madiun Jaya, Bangunkarta, Singasari, Brantas, Kahuripan dan Brantas Tambahan.
"Skema operasional kami buat fleksibel. Ada lokomotif yang beroperasi, ada yang siaga sebagai cadangan, dan ada yang menjalani perawatan rutin,” jelas Tohari.
BACA: KAI Daop 7 Sediakan 1.252 Kursi untuk Mudik-Balik Lebaran
Hal ini untuk mengantisipasi gangguan yang mungkin muncul selama masa tugas dalam angkutan Lebaran.
Sedangkan kereta penumpang yang disiagakan sebanyak 78 unit kelas eksekutif dan ekonomi, kereta makan & pembangkit (MP) 5 unit.
Kemudian, 4 kereta makan (M1), 4 kereta Pembangkit (P) dan Kereta Bagasi (B) sebanyak 3 unit guna mendukung layanan logistik dan bagasi.
