Balon Udara Liar Raksasa Timpa Rumah Warga Sleman

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Rabu, 12 Juni 2019 - 23:31

JATIMNET.COM, Sleman – Balon udara berukuran raksasa yang diduga diterbangkan secara liar jatuh menimpa rumah Tedi (44), warga Dusun Jatirejo RT 05 RW 22, Sendangadi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu 12 Juni 2019 sore.

Balon udara liar tersebut juga menimpa jaringan listrik sehingga mengakibatkan listrik di Kecamatan Mlati itu padam selama lebih kurang satu jam dan merusak water toren serta pipa air di rumah Tedi.

“Kejadian sekitar pukul 17.00 WIB. Saat kejadian saya sedang berada di dalam rumah. Tidak lama berselang tendengar suara seperti benturan. Saya kira ada anak yang jatuh, saat keluar rumah sudah banyak warga yang berkerumun dan ada balon yang tersangkut di jaringan listrik,” katanya.

BACA JUGA: Polisi Sita 59 Balon Udara di Ponorogo selama Lebaran

Ia mengatakan, saat kejadian sempat membuat trafo meledak sehingga listrik sempat padam sepanjang satu blok di sekitar perumahannya.

“Petugas PLN membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menurunkan balon udara yang tersangkut,” Tedi melanjutkan.

Saat hendak diturunkan, lanjut Tedi, masih ada api yang berasal dari tungku dalam kondisi menyala untuk diterbangkan. Setelah balon dievakuasi, listrik di kawasannya mulai memnyala.

Balon udara yang berhasil dievakuasi itu diperkirakan berukuran lebih dari sepuluh meter dengan diameter cincin sekitar tiga meter.

BACA JUGA: Balon Udara di Jalur Pesawat, Begini Kata Airnav Indonesia

“Ada tali yang berasal dari balon udara yang menyebabkan tersangkut ke jaringan listrik. Kalau tidak ada, mungkin masih terbang lagi. Setelah nyangkut lalu tertiup angin dan karena ukurannya besar lalu menimpah rumah saya," katanya.

Sebelumnya General Manager AirNav Indonesia Cabang Yogyakarta (Bandara Internasional Adisutjipto) Nono Sunarhadi mengatakan ada 14 laporan balon udara yang mengganggu penerbangan di wilayah Yogyakarta.

Nono menyebutkan, balon udara liar tersebut bisa terbang dengan ketinggian sampai 30.000 feet, padahal jalur penerbangan di wilayah pilot melaporkan antara 26-29 ribu feet.

“Dalam hal hukum umum maka jika balon udara terbang liar masuk Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan, bisa dijerat Pasal 421 UU 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan,” katanya. (ant)

Baca Juga

loading...