Baju Lebaran, Bupati Imbau Pejabatnya Pakai Batik Pamekasan

Dyah Ayu Pitaloka

Jumat, 24 Mei 2019 - 13:15

JATIMNET.COM, Surabaya – Momen Idul Fitri 1440H digunakan sebagai sarana memperkenalkan batik Pamekasan, oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Ia meminta pejabat di lingkungan pemkab untuk mengenakan batik Pamekasan pada baju lebaran nanti .

"Kami mengajak para pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan agar baju baru dan sarung barunya saat Lebaran nanti menggunakan batik. Batik merupakan hasil kerajinan warga Pamekasan," kata Baddrut Tamam di Pamekasan, Kamis 23 Mei 2019.
 .
Penggunaan baju dan sarung batik saat Lebaran, menurutnya, berarti membantu para perajin dan pedang batik Pamekasan.

"Satu-satunya pakaian yang diproduksi langsung oleh masyarakat Pamekasan saat ini adalah batik. Penggunaan batik saat Lebaran sama dengan membantu para perajin batik tulis di Pamekasan," ujarnya.

BACA JUGA: Pemprov Jatim Temui Tokoh Masyarakat untuk Redam Konflik Sampang

Imbauan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan perajin batik, disamping bentuk realisasi gerakan berbelanja ke warung tetangga, yang telah menjadi program kerja sejak mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan.

"Pada kegiatan Safari Ramadhan kali ini, kami juga meminta agar semua pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pamekasan menggunakan sarung batik Pamekasan," katanya.

Kabupaten Pamekasan merupakan satu dari empat kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur yang sebagian bergantung pada penghasilan usaha batik tulis.

Jumlah perajin batik tulis di kabupaten itu tersebar di 38 sentra batik, dengan jumlah 933 unit usaha, dan 6.526 orang pekerja di sektor usaha kreatif batik.

BACA JUGA: Kemenperin Bikin Aplikasi Identifikasi Keaslian Batik

Nilai ekonomi usaha batik, menurut bupati, menyumbang satu hingga dua persen dalam sektor industri, atau lebih rendah dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang mencapai 35,66 persen yang menempati posisi pertama.

Kemudian posisi kedua ditempati oleh sektor perdagangan besar dan eceran dengan kontribusi sebesar 19,61 persen, dan kontribusi terbesar ketiga adalah sektor konstruksi dengan kontribusi sebesar 10,12 persen.

Industri batik di Pamekasan juga memiliki kaitan erat dengan beberapa program kerja yang sedang dijalankan bupati, seperti industri kreatif yang menurutnya relevan pada era Industry 4.0, maupun dengan program wirausahawan baru, serta beberapa program lainnya.

Kebijakan pemkab Pamekasan untuk menguatkan rasa memiliki, dan bangga akan hasil produk lokal para pembatik itu, juga diwujudkan dalam imbauan penggunaan motif batik tulis Pamekasan dalam semua mobil dinas di masing-masing organisasi perangkat daerah. (ant)

Baca Juga

loading...