Logo

Arus Balik Dua Gelombang, Menhub Imbau Pemudik Atur Perjalanan

Reporter:,Editor:

Senin, 23 March 2026 12:30 UTC

Arus Balik Dua Gelombang, Menhub Imbau Pemudik Atur Perjalanan

Sejumlah kendaraan pribadi melintasi pintu keluar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Senin petang, Senin 3 Mei 2021. Foto : Ahmad Suudi

JATIMNET.COM, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau pemudik melakukan perjalanan balik Lebaran di luar waktu yang diprediksi terjadi kemacetan parah.

Dengan perencanaan yang matang, diharapkan dapat meminimalisi kepadatan lalu lintas sehinga perjalanan pemudik lebih nyaman dan aman.

Dudy menyebut, puncak arus balik Lebaran tahun ini diprediksi berlangsung dalam beberapa gelombang. Pertama, pada 23 dan 24 Maret 2026 seiring dengan berakhirnya masa cuti bersama Idulfitri 1447 Hijriah.

Kedua, pada 28 dan 29 Maret 2026 saat menjelang berakhirnya masa libur sekolah. Belum lagi, berlakunya kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara (ASN).

“Dengan pengaturan perjalanan dengan waktu yang lebih tersebar, diharapkan kepadatan lalu lintas dapat diminimalkan dan perjalanan masyarakat menjadi lebih nyaman dan aman,” ujar Menhub, Senin, 23 Maret 2026.

BACA: Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi Berlangsung Dua Tahap

Menteri Dudy juga mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban berlalu lintas, mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan, serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan arus balik.

“Pemerintah bersama para pemangku kepentingan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap dinamika pergerakan arus balik di berbagai simpul transportasi,” tuturnya.

Guna menjaga kelancaran, keselamatan, dan keamanan perjalanan balik Lebaran, Menhub kembali mengingatkan para pengusaha angkutan logistik membatasi operasional truk tiga sumbu.

Hal ini seperti halnya Surat Keputusan Bersama (SKB) yang disepakati oleh Kemenhub, Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum. SKB itu tentang  Pengaturan Lalu Lintas dan Penyeberangan selama Angkutan Lebaran 2026.